Subsidi BBM Ingin Diubah Jadi BLT, Kelas Menengah Dinilai Juga Harus Dapat
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Terpilih Prabowo Subianto berencana untuk mengubah skema pemberian subsidi bahan bakar minyak (BBM) ke dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT) alias subsidi langsung.
Hal ini dimaksudkan agar pemberian subsidi BBM bisa menjadi lebih tepat sasaran karena diberikan langsung kepada penerima manfaat. Namun demikian, Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti, menilai bahwa kelas menengah juga perlu menjadi perhatian.
"Bahkan direct transfer pada saat ini bukan hanya golongan pendapatan rendah, tetapi lower middle income pun harus memperoleh direct transfer. Lebih besar biayanya," kata Yayan Satyakti saat dihubungi Investortrust, Selasa (15/10/2024).
Baca Juga
Pemerintah Disarankan Siapkan Substitusi Bahan Bakar jika Ingin Terapkan Pembatasan BBM Subsidi
Yayan tidak memungkiri bahwa saat ini kelas menengah di Indonesia juga sedang berada dalam situasi yang mengkhawatirkan. Sebagaimana diketahui, jumlah kelas menengah tercatat mengalami penurunan.
Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Agustus 2024 menunjukkan proporsi kelas menengah pada 2024 tercatat sebesar 47,85 juta jiwa, melorot dibandingkan periode prapandemi Covid-19 pada 2019 yang mencapai 57,33 juta jiwa.
Maka dari itu, Yayan menilai rencana pemerintah untuk melakukan pembatasan penyaluran BBM bersubsidi harus diiringi dengan substitusi bahan bakar dengan selisih harga yang sama. Dengan demikian, daya beli masyarakat, terutama kelas menengah bisa tetap terjaga
Baca Juga
"Jika pemerintah tidak mampu menyediakan energi alternatif atau akses energi yang baik, dengan menurunnya pendapatan karena economy lost akibat pandemi, alangkah baiknya pemerintah menunda pembatasan BBM," ujar Yayan.

