Menkominfo Ungkap Alasan Apple Ogah-Ogahan Bangun Pabrik di Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengungkapkan alasan Apple Inc tak kunjung membangun fasilitas produksi atau pabriknya di Indonesia.
Menurut Budi Arie, Apple menginginkan insentif perpajakan yang sulit dipenuhi oleh Pemerintah Indonesia. Raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS) itu meminta fasilitas penghapusan pajak atau tax holiday seperti yang diterapkan di Vietnam.
"Enggak mungkin (bangun pabrik di Indonesia), tax holiday (yang diminta) terlalu berat, 50 tahun, seperti Vietnam," katanya ketika ditemui di Menara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Jakarta Selatan, Kamis (3/10/2024).
Baca Juga
iPhone 16 dan AI Diprediksi Kerek Kapitalisasi Pasar Apple Jadi US$4 Triliun
Pemerintah Indonesia saat ini memberikan fasilitas tax holiday paling lama 10 tahun dan paling singkat 5 tahun ke pelaku industri manufaktur sejak dimulainya produksi komersial. Adapun, dasar hukum dari pemberian fasilitas tax holiday di Indonesia adalah Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/2020 tentang Pemberian Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan (PPh) Badan.
"Begini, kalau permintaan dia seperti yang (diterapkan) di negara lain ya susah dong kita memenuhinya. Nanti yang lain meminta yang sama," ujarnya.
Lebih lanjut, Budi Arie memastikan hal tersebut tidak akan mempengaruhi rencana perilisan ponsel terbaru Apple di Indonesia, yakni iPhone 16. Dia menyebut iPhone 16 tetap akan dirilis di Indonesia walaupun kemungkinan tidak akan dalam waktu dekat.
Baca Juga
Menkominfo Ungkap Kelanjutan Rencana Investasi Pabrik Apple, Lanjut Apa Tidak?
Sebab, hingga saat ini iPhone 16 series diketahui masih belum mendapatkan sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Padahal, sertifikat tersebut merupakan syarat wajib bagi perangkat telekomunikasi yang dipasarkan di Indonesia.
"Belum (akan dirilis dalam waktu dekat). Nanti itu tanya ke Kemenperin soal TKDN," ungkap Budi Arie.
Sebagai catatan, Indonesia merupakan pasar yang sangat menjanjikan bagi Apple. Berdasarkan data terbaru Kemenperin produk Apple mendominasi impor ponsel pintar yang jumlahnya mencapai 2,79 juta unit.

