Setelah Apple, Boeing Diminta Bangun Pabrik Komponen di Indonesia
JAKARTA, investortrust.id- Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza meminta raksasa manufaktur pesawat asal Amerika Serikat (AS) Boeing untuk membangun fasilitas produksi komponen pesawat terbang di Indonesia.
Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) juga meminta produsen ponsel AS, Apple memenuhi syarat pemenuhan sertifikasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dengan membangun pabrik komponen di Indonesia.
Baca Juga
Garuda Indonesia (GIAA) Tambah 1 Pesawat Boeing, Bakal Operasikan 75 Armada
Wamenperin mengatakan, sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki potensi besar di industri dirgantara untuk mengatasi masalah konektivitas dan rantai pasok (supply chain) global. Untuk itu, Kemenpetin mendorong Boeing memperluas kolaborasi di beberapa sektor, di antaranya pemberian lisensi untuk industri maintenance, repair, and overhaul (MRO) pesawat terbang, serta pembangunan pusat pelatihan penerbangan di Indonesia.
"Salah satunya adalah MRO. Indonesia punya Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia dan Batam AeroTechnic yang membutuhkan peningkatan kapabilitas untuk mengembangkan ekosistem industri, sehingga Boeing dapat mendukung memberikan lisensi ke MRO kami,” kata Faisol di Jakarta, Jumat (24/1/2025) dilansir Antara.
Dikatakan dia, untuk lokasi pembangunan pabrik, kawasan industri di Batam dan Bintan bisa menjadi opsi karena cukup strategis.
Wamenperin mengatakan, ekosistem SDM industri di Tanah Air sudah mampu mendorong kemajuan industri pesawat terbang. Hal ini dibuktikan dengan adanya GMF AeroAsia dan Batam Aero Technic yang mampu menjadi pemain di sektor perawatan pesawat.
“Untuk meningkatkan kapabilitas industri MRO, kami menilai perlu tindak lanjut dengan melakukan kerja sama antara Kemenperin dan Boeing dalam bentuk MoU,” kata Wamenperin.
Baca Juga
Terdampak Badai dan Pemogokan Boeing, Lowongan Kerja AS Merosot pada Oktober
Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Setia Diarta mengatakan, pemerintah mendorong Boeing untuk memberikan dukungan dalam upaya penggunaan bahan bakar ramah lingkungan untuk menekan emisi karbon di industri penerbangan. “Pemerintah butuh Boeing untuk mengurangi emisi karbon di sektor transportasi udara,” kata dia.
Lebih lanjut, President of Boeing Southeast Asia Penny Burtt menyampaikan, Boeing berkomitmen meningkatkan kolaborasi di sektor penerbangan komersial, mengingat sudah ada di Indonesia selama 75 tahun.

