Menkominfo Ungkap Kelanjutan Rencana Investasi Pabrik Apple, Lanjut Apa Tidak?
JAKARTA, investortrust.id - Kelanjutan rencana investasi fasilitas produksi atau pabrik Apple Inc di Indonesia masih belum menemui titik terang. Hingga saat ini, raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS) itu masih belum menyatakan komitmennya ke Pemerintah Indonesia.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menyebut masih banyak hal yang harus didiskusikan terkait dengan rencana pembangunan pabrik ponsel pintar iPhone di Tanah Air. Pemerintah masih terus berkomunikasi dengan Apple agar rencana tersebut bisa segera terwujud
“Kita masih terus berkomunikasi. Banyaklah hal yang perlu didiskusikan lebih lanjut,” katanya ketika ditemui usai peresmian Antara Heritage Center di Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2024).
Budi Arie menyebut sampai dengan saat ini masih belum ada kepastian mengenai kelanjutan dari investasi pabrik iphone yang disampaikan ke pihaknya. Adapun, untuk hal tersebut menurut Budi Arie sebenarnya menjadi kewenangan dari Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenko Marves).
Baca Juga
Setelah Bos Apple dan Microsoft, Giliran Elon Musk yang Dilobi untuk Datang ke Indonesia
“[Tanyakan] Kemenko Marves, ke Pak Luhut [Binsar Pandjaitan, Menko Marves],” ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Usman Kansong mengatakan rencana pembangunan pabrik iPhone di Indonesia masih dalam tahap penjajakan. Belum diketahui berapa nilai investasi yang akan digelontorkan dan lokasi pembangunannya.
“Kalau urusan bisnisnya, ini kan ada kementerian lain yang akan mengurusnya. Jadi, nanti masih penjajakan. Enggak kaya sulap untuk implementasinya. Dikaji nilainya berapa, kalau mau bangun di mana misalnya,” ujarnya kepada awak media di kantor Kemenkominfo, Jakarta Pusat belum lama ini.
Menurut Usman, selagi Apple bisa memenuhi persyaratan dan menaati aturan, pemerintah siap menggelar “karpet merah”. Walaupun demikian, dia menegaskan bahwa Apple diperlakukan sama seperti perusahaan lain yang berinvestasi di bidang teknologi di Indonesia.
Baca Juga
Jangan Ada Pilih Kasih, Apple Didesak Segera Bangun Pabrik di Indonesia
“Kalau compliance dengan regulasi saya kira nggak disebut anak emas. Tapi kan kita juga memang harus lihat mana yang teknologinya bagus, serius. Kalau yang nggak serius, untuk apa? Kalau cuma omong doang tapi nggak ada implementasinya,” tegasnya.
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pihaknya belum ada komunikasi dengan perwakilan Apple. Oleh karena itu, dia belum bisa memastikan seperti apa rencana investasi Apple di Tanah Air.
"Jujur sampai sekarang belum ada komunikasi masuk ke pihak kami. Sampai sekarang belum ada permohonan kepada kami untuk pendaftaran NIB [Nomor Induk Berusaha] badan usahanya," katanya di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta Selatan.
Bahlil menyebut dirinya tidak bisa memberikan informasi detail mengenai rencana investasi Apple di Indonesia. Sebab, dirinya tidak ikut serta dalam pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Tim Cook Rabu.
"Informasinya di-handle kementerian teknis terkait, Kemenkominfo. Biar valid informasinya, saya tidak bisa memberikan informasi detail," tuturnya.

