PUPR Prioritaskan Potensi Anggaran Padat Karya Rp 3 Triliun untuk Bedah Rumah dan Tata Guna Air Irigasi
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan, untuk mendukung program prioritas presiden dan wakil presiden terpilih, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, maka potensi anggaran program padat karya senilai Rp 3 triliun akan diprioritaskan pada Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau “Bedah Rumah” dan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI).
"Kita sejak awal diskusi dengan DPR, kan fokusnya kita bedah rumah (BSPS) dan P3TGAI. Apalagi kabinet baru kan juga ingin jelas ketahanan pangan seperti apa," kata Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR, Zainal Fatah saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/9/2024).
Adapun pagu anggaran Kementerian PUPR tahun 2025 hanya sekitar Rp 75,63 triliun atau turun sekitar 94,34% dibandingkan tahun 2024 yang sejumlah Rp 146,98 triliun.
Baca Juga
PUPR Ungkap Kekurangan Anggaran Rp 117,05 Miliar untuk Pengembangan Infrastruktur di Daerah
Berdasarkan catatan investortrust.id, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan, ada potensi tambahan anggaran sebesar Rp 3 triliun pada program padat karya Kementerian PUPR.
"Saat ini baru kita dapatkan Rp 8,2 triliun, jadi ada tambahan Rp 1,1 triliun (dari sebelumnya Rp 7,1 triliun). Namun kemarin pada hari Senin, kami adakan rapat kerja untuk bahas ini, ternyata masih ada potensi untuk anggaran yang sisa lelang dan mungkin tidak terserap sekitar Rp 3 triliun. Jadi nanti akan kita tambahkan ke (program) padat karya ini," kata Basuki dalam rapat kerja (Raker) bersama Komisi V DPR RI di Kompleks DPR RI, Jakarta, Rabu (21/8/2024) lalu.
Basuki melanjutkan, realisasi anggaran program padat karya tunai per 20 Agustus 2024 sebesar Rp 2,99 triliun atau 36,40% dari total pagu sebesar Rp 8,2 triliun.
Baca Juga
Bamsoet Dukung Prabowo Pisahkan Kementerian Perumahan Rakyat dari PUPR
"Sedangkan progres penyerapan anggaran (program padat karya) per 20 Agustus ada 36,4% (dari total pagu Rp 8,2 triliun) dengan penyerapan tenaga kerja 153.052 orang (42,05% dari target 364.000 orang)," papar Basuki.
Adapun realisasi anggaran program dengan total sebanyak Rp 8,2 triliun memiliki rincian sebagai berikut:
- Sektor sumber daya air terealisasi sebesar Rp 0,95 triliun atau 47,91% dari target senilai Rp 1,97 triliun;
- Sektor jalan dan jembatan terealisasi sebesar Rp 0,99 triliun atau 47,02% dari target senilai Rp 2,11 triliun;
- Sektor permukiman terealisasi sebesar Rp 0,36 triliun atau 16,22% dari target senilai Rp 2,24 triliun; dan
- Sektor perumahan atau bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) terealisasi sebesar Rp 0,69 triliun atau 37,84% dari target senilai Rp 1,90 triliun.

