Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Layanan SPBU dan Jaga Kualitas Pertamax
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Pertamina Patra Niaga terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat melalui modernisasi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), penguatan pengawasan mutu bahan bakar minyak (BBM), serta peningkatan kenyamanan pelanggan. Di tengah perhatian publik terhadap harga BBM nonsubsidi, perusahaan menegaskan bahwa penetapan harga dilakukan berdasarkan formula yang ditetapkan pemerintah dan mengikuti perkembangan harga pasar.
Langkah peningkatan layanan tersebut menjadi bagian dari strategi Pertamina Patra Niaga untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan pelanggan memperoleh produk dan layanan yang berkualitas.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan perusahaan terus berupaya menghadirkan pengalaman terbaik bagi pelanggan melalui peningkatan fasilitas dan k
Baca Juga
Pastikan Pasokan Energi NTT Aman, Komut Pertamina Cek SPBU hingga Terminal Tenau
"Kami terus berupaya menghadirkan layanan yang semakin baik bagi masyarakat. Melalui program Retail Make Over (RMO), kami meningkatkan fasilitas SPBU agar lebih nyaman dan modern. Di saat yang sama, kami juga memastikan kualitas produk tetap terjaga sehingga masyarakat dapat bertransaksi dengan aman dan nyaman," ujar Kitty dikutip Kamis (18/6/2026).
Sejak 2023, Pertamina Patra Niaga telah melakukan program Retail Make Over atau pembaruan fasilitas ritel di 1.920 SPBU yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Program tersebut menghadirkan peningkatan fasilitas fisik dan kualitas layanan guna menciptakan pengalaman yang lebih nyaman bagi pelanggan.
Upaya modernisasi tersebut dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan energi yang cepat, aman, dan berkualitas. Dengan fasilitas yang lebih baik, Pertamina berharap pelanggan dapat menikmati pengalaman bertransaksi yang lebih nyaman saat mengisi bahan bakar.
Selain pembenahan fasilitas, Pertamina Patra Niaga memastikan kualitas BBM yang dipasarkan tetap sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan pemerintah.
Perseroan menyatakan Pertamax tetap memiliki research octane number atau RON 92 sesuai standar yang berlaku. Pengawasan kualitas dilakukan secara berkala mulai dari terminal penyimpanan, proses distribusi, hingga produk diterima masyarakat di SPBU.
Menurut perusahaan, pengendalian mutu dilakukan secara berlapis untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga sepanjang rantai distribusi. Langkah tersebut dilakukan guna memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa produk yang diterima sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan pemerintah.
Harga BBM Non Subsidi Dievaluasi Setiap Bulan
Menanggapi berbagai informasi yang beredar mengenai harga BBM non subsidi, Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa harga jual mengikuti formula yang telah ditetapkan pemerintah.
Kitty menjelaskan bahwa evaluasi harga dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan dinamika pasar energi global dan faktor-faktor yang memengaruhi harga BBM.
"Pada prinsipnya, harga eceran BBM nonsubsidi mengikuti formula harga yang telah ditetapkan Pemerintah dan mengikuti perkembangan harga pasar. Evaluasi harga secara normal dilakukan seti
Baca Juga
Harga Pertamax Naik ke Rp 16.250 Ternyata Baru 50% dari Harga Pasar
Melalui berbagai langkah peningkatan layanan, pengawasan kualitas produk, dan transparansi informasi terkait mekanisme harga, Pertamina Patra Niaga berharap dapat terus memberikan layanan yang andal bagi masyarakat.
Untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai produk dan layanan perusahaan, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Customer Solution 135 maupun mengakses kanal digital resmi Pertamina Patra Niaga.
