Pastikan Pasokan Energi NTT Aman, Komut Pertamina Cek SPBU hingga Terminal Tenau
Poin Penting
|
KUPANG, Investortrust.id – Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), perusahaan energi milik negara, Mochamad Iriawan meninjau langsung sejumlah fasilitas operasional Pertamina di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), guna memastikan pasokan energi dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) tetap berjalan andal.
Rangkaian kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda kerja Pertamina di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara. Iriawan mendatangi sejumlah titik strategis, mulai dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), Aviation Fuel Terminal (AFT) El Tari, hingga Integrated Terminal (IT) Tenau yang menjadi pusat distribusi energi di Nusa Tenggara Timur.
Di SPBU Timor Raya Oesapa, Kupang, Iriawan meninjau kesiapan fasilitas pelayanan sekaligus berdialog dengan masyarakat untuk mendengar langsung masukan terkait ketersediaan serta kualitas layanan BBM.
Baca Juga
Pertamina Patra Niaga Gandeng KPK dan Kejaksaan Agung Perkuat Tata Kelola Impor Energi
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke AFT El Tari guna memastikan keandalan pasokan avtur yang menopang aktivitas transportasi udara di NTT. Menurut Iriawan, kelancaran distribusi energi, termasuk bahan bakar penerbangan, memiliki peran penting dalam menjaga konektivitas wilayah kepulauan serta mendukung pergerakan ekonomi masyarakat.
"Kelancaran pasokan menjadi faktor utama dalam menjaga pelayanan energi kepada masyarakat. Karena itu, seluruh rantai distribusi harus berjalan optimal agar tidak terjadi gangguan di tingkat lembaga penyalur," ujar Iriawan dikutip Selasa (16/6/2026).
Ia mengingatkan bahwa keterlambatan pasokan dapat berdampak langsung terhadap ketersediaan BBM maupun LPG di SPBU dan lembaga penyalur lainnya. Kondisi tersebut berpotensi menghambat aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada kelancaran akses energi.
Agenda peninjauan ditutup melalui management walkthrough (MWT) di Integrated Terminal Tenau. Terminal yang beroperasi sejak 1968 itu diperiksa secara menyeluruh, mulai dari pusat kendali operasi, tangki timbun, hingga fasilitas dermaga bongkar muat BBM dan LPG.
Iriawan menegaskan bahwa ketahanan energi nasional harus dibangun melalui sistem pasokan dan distribusi yang tangguh. Setiap potensi gangguan, menurutnya, perlu diantisipasi sedini mungkin agar tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
Selain memastikan aspek operasional berjalan optimal, Iriawan juga memberi perhatian terhadap penerapan health, safety, security, and environment (HSSE), yaitu standar keselamatan, keamanan, kesehatan kerja, dan perlindungan lingkungan dalam kegiatan operasional Pertamina.
Ia meminta seluruh pekerja mematuhi corporate life saving rules (CLSR), yakni seperangkat aturan keselamatan kerja yang bertujuan mencegah kecelakaan fatal di lingkungan operasional.
"Keselamatan harus menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari. Seluruh pekerja harus berani mengingatkan apabila menemukan tindakan atau kondisi yang berpotensi menimbulkan risiko," jelas Iriawan.
Layani Wilayah 3T hingga Timor Leste
Di tempat terpisah, Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan Integrated Terminal Tenau memiliki posisi strategis sebagai simpul utama distribusi energi di kawasan Nusa Tenggara Timur, termasuk wilayah kepulauan dan perbatasan negara.
Saat ini, IT Tenau melayani penyaluran BBM ke 29 SPBU reguler, 16 penyalur BBM Satu Harga, 16 Pertashop, serta satu SPBU Nelayan.
Operasional tersebut didukung kapasitas penyimpanan BBM sebesar 33,5 ribu kiloliter. Terminal ini juga memiliki dua tangki LPG spherical dengan kapasitas masing-masing 500 metrik ton.
Baca Juga
Komut Pertamina Tinjau Kesiapan Pasokan Avtur di Bali Jelang Peningkatan Trafik Penerbangan
"Integrated Terminal Tenau merupakan salah satu infrastruktur energi strategis Pertamina yang tidak hanya memastikan pasokan energi bagi masyarakat di berbagai wilayah NTT, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi, konektivitas antarpulau, sektor perikanan, pariwisata, hingga kawasan perbatasan negara. Keandalan operasional terminal ini menjadi bagian penting dari komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional dan menghadirkan akses energi yang merata hingga ke wilayah 3T, yaitu terdepan, terluar, dan tertinggal," ujar Baron.
Ia menambahkan, sebagai salah satu fuel terminal utama di Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, IT Tenau menopang distribusi energi ke Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka, serta turut mendukung kebutuhan energi di Timor Leste.
