Jangan Ada Pilih Kasih, Apple Didesak Segera Bangun Pabrik di Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah harus mendesak Apple Inc untuk segera membangun fasilitas produksi atau pabriknya mengingat besarnya pendapatan yang mereka peroleh di Indonesia.
Executive Director Indonesia Information and Communications Technology (ICT) Institute Heru Sutadi mengatakan investasi Apple di Indonesia terbilang kecil jika dibandingkan nilai impornya. Oleh karena itu, pemerintah sudah seharusnya mendesak Apple untuk membangun pabrik di dalam negeri.
"[Dalam] setahun mereka itu bisa mengimpor lebih dari US$2 miliar atau lebih dari Rp 30 triliun. Sementara itu investasinya hanya berupa akademi yang nilainya Rp 1,2 triliun. Cukup jomplang apa yang mereka investasikan dan dapatkan di Indonesia," katanya ketika dihubungi oleh Investortrust pada Jumat (19/4/2024).
Kementerian Perindustrian mencatat, nilai impor produk Apple dalam setahun mencapai US$ 2 miliar, utamanya produk ponsel pintar iPhone. Diketahui, dari 2,8 juta ponsel pintar yang diimpor oleh Indonesia, sebanyak 85% di antaranya adalah iPhone.
Adapun, untuk investasi Apple di Indonesia sejauh ini adalah Apple Academy yang sudah dibangun di Batam, Surabaya, dan Tangerang dengan nilai Rp 1,2 triliun. Akademi yang memberikan pelatihan pengembangan teknologi informasi ini dalam waktu dekat juga akan dibuka di Bali.
"Walaupun penjualannya memang lebih sedikit dibandingkan produk lainnya, produk mereka [Apple] itu adalah produk premium, harganya jauh lebih mahal dibandingkan lainnya. Pendapatannya bisa jauh lebih besar," tutur Heru.
Menurut Heru, jika Apple tak kunjung membangun pabriknya di Indonesia, pemerintah akan dianggap pilih kasih dalam menegakkan aturan terkait Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk ponsel pintar 4G. Tentu saja, hal ini berpotensi membuat iklim investasi di Tanah Air menjadi tidak sehat.
"Sehingga banyak yang kecewa dengan apa yang dilakukan oleh pemerintah karena ada beda perlakuan. Karena mereka juga ada yang mengancam ingin buka akademi saja [alih-alih pabrik di Indonesia]," ungkapnya.
Baca Juga
CEO Apple Bertemu Prabowo, CEO Microsoft Mau Investasi Rp 14 Triliun Lebih di Indonesia
Kalah dengan Vietnam
Bicara soal nilai investasi Apple di Indonesia, ternyata nilainya sangat jauh dibandingkan dengan Vietnam. Perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs itu menanamkan modalnya sebesar US$ 15,84 miliar atau setara Rp 256,92 triliun (kurs Rp16.218/US$1) untuk produksi komponen.
Tentu, bukan tanpa alasan Apple lebih memilih Negeri Paman Ho untuk investasi fasilitas produksi komponen tersebut. Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Budi Arie Setiadi, insentif yang diberikan oleh Vietnam sangat menggiurkan.
Vietnam diketahui memberikan fasilitas pengurangan atau penghapusan pajak (tax holiday) hingga 50 tahun. Selain itu, pengelolaan tanah oleh negara juga membuat Vietnam sangat menarik dijadikan lokasi investasi manufaktur.
"Investasi manufaktur Vietnam itu tax holiday 50 tahun. Kita mau enggak seperti itu? Insentifnya Vietnam itu bombastis. Tetapi setiap negara kan punya kepentingan masing-masing. Bayangkan, sudah ada tax holiday, tanah juga dikasih free 75 tahun," katanya ketika ditemui di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Jumat (20/4/2024).
Menurut Budi Arie, Vietnam punya tujuan yang berbeda dengan Indonesia dalam hal investasi asing di dalam negeri. Vietnam lebih berorientasi pada penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar.
Budi Arie menegaskan bahwa pemerintah memiliki perhitungan tersendiri untuk membujuk Apple berinvestasi di Indonesia.
"Kalau kita masih mikir, mesti gimana nanti kan, bukan urusan saya juga itu. Itu urusan Menteri Keuangan, [Menteri] Investasi, [Menteri] Perindustrian. Karena Vietnam menawarkan [insentif] luar biasa, tetapi kan kita sebagai negara harus hitung dong," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut pemerintah akan segera menindaklanjuti rencana investasi Apple selanjutnya di Indonesia. Salah satunya adalah menyiapkan insentif seperti yang sudah diberikan negara-negara lainnya kepada Apple.
"Oke Cook [CEO Apple Tim Cook] kalau kalian fasilitas dapat insentif seperti di India dan Thailand kita bisa memberikan fasilitas yang sama. Jika Apple bisa mendapat dua insentif saat berinvestasi di India atau China, pemerintah Indonesia bisa memberikan dua koma sekian insentif kepada Apple jika berinvestasi ke Indonesia," katanya melalui keterangan resmi di akun Instagram resminya @luhut.pandjaitan dikutip Sabtu (20/4/2024).
Sebagai catatan, rencana investasi Apple berupa pembangunan fasilitas produksi di Indonesia terungkap usai CEO Apple Tim Cook bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Rabu (17/4/2024).
Lebih lanjut, menurut Luhut Apple melihat Indonesia menjadi sebagai pasar yang potensial. Didukung oleh lebih dari 282 juta penduduk ditambah bonus demografi yang masih ada sampai tahun 2030 dan harus dimanfaatkan.
Selain itu, kestabilan pertumbuhan ekonomi nasional, kondisi makroekonomi yang baik, serta tingkat inflasi yang baik juga menjadi pertimbangan Apple untuk menanamkan modal dalam jumlah besar di Indonesia.
Terkait dengan pemberian insentif, Luhut mengatakan akan segera dibahas dalam pertemuan dengan tim teknis Apple dalam beberapa waktu ke depan. Presiden Joko Widodo diketahui sudah menunjuk Luhut sebagai koordinator investasi Apple di Indonesia.
"Saya berharap dalam beberapa waktu ke depan, kami akan bertemu teknis dengan tim dari Apple," tegasnya.
Selain rencana pembangunan fasilitas produksi komponen dan pembangunan Apple Academy tambahan, Apple juga tertarik berinvestasi di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur. Investasi tersebut akan berfokus pada pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
"Dan juga tertarik mengenai AI Center di Bali dan di Solo. Dia juga melihat itu suatu peluang untuk mereka melakukan investasi. Dengan hilirisasi dan raw material yang kita miliki, mereka melihat Indonesia sebagai negara yang sangat baik." jelasnya.
Baca Juga
Kunjungi Indonesia, CEO Apple Tim Cook Ungkap Sejumlah Rencana Ini
