Analis Ini Sebut Investor Lakukan Profit Taking Jelang Pemilu
JAKARTA, investortrust.id - Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta mengatakan para investor melakukan profit taking menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2024. Profit taking adalah harga di mana ingin menjual atau membeli saham atau aset untuk mengambil keuntungan.
“Menurut saya profit taking ini menjelang pemilu besok, ini terkait penentuan apakah secepatnya menerapkan pivot policy, mudah-mudahan hasilnya sesuai ekspektasi ya,” ujar Nafan saat dihubungi investortrust.id, Selasa, (13/2/2024).
Nafan menyebut jika hasil Pemilu di bawah ekspektasi, hal ini akan memberi sinyal hawkish terkait penundaan, penetapan dan kebijakan moneternya.
Selain itu, pembelian bersih (net buy) investor asing sepanjang tahun ini telah melampaui nilai penjualan bersih tahun lalu.
Baca Juga
Pemilu 2024 Tepat Hari Valentine dan Rabu Abu, KPU: Momentum Tepat Gunakan Hak Pilih
Para pelaku investor sangat mengapresiasi, bukan hanya mengenai peningkatan kinerja fundamental emiten secara keseluruhan sepanjang tahun 2023, tetapi berkaitan dengan faktor lainnya seperti stabilitas politik dan keamanan, kemudian pemilu dan perekonomian domestik.
“Jadi komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas fundamental makro ekonomi yang berkesinambungan. Intinya inflow tercipta karena terkait dengan stabilitas yang saya sebutkan tadi,” imbuhnya.
Kemudian, Nafan melihat dari sisi emiten yang masuk dalam kelompok top gainers periode 11-12 Februari 2024 didominasi oleh emiten small cap.
“Dan juga ada yang baru IPO seperti ALII, LIVE, ini juga ternyata mampu meningkatkan kinerja secara signifikan ya,” ujarnya.
Baca Juga
Lebih lanjut, Nafan menyebut pada waktu itu terdapat penguatan IHSG yang terkendali dengan baik dari penguatan saham big cap, terutama terkait dengan eforia penguatan bank dengan kategori modal inti (KBMI) IV, serta juga didukung oleh penguatan emiten-emiten yang baru saja IPO.
“Dan juga ada juga emiten-emiten small cap lainnya yang memang tercatat mengalami kenaikan harga saham yang disertai dengan kenaikan volume jadi seperti itu sih ya kalau yang saya cermati,” tandas dia.
