Wall Street Dilanda ‘Profit Taking’ Jelang Thanksgiving, Saham ‘Big Tech’ Rontok
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS dilanda ‘profit taking’ pada perdagangan Rabu waktu AS atau Kamis (28/11/2024) WIB. Ketiga indeks utama Wall Street melemah. Saham ‘big tech’ berguguran.
Baca Juga
Wall Street Pesta Cuan di Akhir Pekan, Dow Akumulasi 400 Poin dan Cetak Rekor Baru
Investor tampaknya berupaya mengurangi risiko setelah keuntungan besar di bulan November.
Indeks S&P 500 turun 0,38% ke 5.998,74, menghentikan reli tujuh hari berturut-turut. Nasdaq Composite kehilangan 0,6% dan ditutup di 19.060,48. Dow Jones Industrial Average tergelincir 138,25 poin, atau 0,31%, berakhir di 44.722,06 setelah sempat naik lebih dari 140 poin di puncak sesi.
Para trader berupaya mengambil keuntungan dari saham teknologi besar yang sebagian besar berkinerja baik sepanjang tahun ini, yang terlihat dari penurunan Nasdaq.
Saham Nvidia, yang telah melonjak lebih dari 173% pada 2024, turun lebih dari 1% dalam sesi ini. Meta Platforms juga melemah 0,8% meskipun telah naik sekitar 60% tahun ini.
Di sektor teknologi lainnya, Dell dan HP masing-masing turun lebih dari 12% dan 11% setelah memberikan panduan laba yang lemah.
Pergerakan tersebut terjadi setelah rilis data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) pada Rabu pagi. Ukuran inflasi favorit Federal Reserve ini naik 0,2% pada Oktober dan 2,3% secara tahunan, sesuai dengan ekspektasi ekonom yang disurvei Dow Jones. Tanpa memasukkan makanan dan energi, ukuran inti meningkat 0,3% secara bulanan dan 2,8% dibandingkan tahun sebelumnya, juga sesuai perkiraan.
Baca Juga
Data ini, menurut David Alcaly, kepala strategi makroekonomi di Lazard Asset Management, seharusnya tidak mengubah pandangan tentang jalur disinflasi yang kemungkinan terjadi. “Namun, banyak pengamat, mungkin termasuk beberapa di The Fed, mencari alasan untuk mengambil sikap lebih hawkish mengingat potensi perubahan kebijakan inflasi seperti tarif baru,” beber Alcaly, seperti dikutip CNBC.
Minggu ini merupakan pekan perdagangan singkat di AS, dengan pasar tutup untuk libur Thanksgiving pada Kamis dan akan ditutup lebih awal pada Jumat. Volume perdagangan di Bursa Efek New York sekitar seperlima lebih rendah dari hari biasa.
Meski begitu, ini tetap menjadi minggu yang penting karena Dow dan S&P 500 mencapai level tertinggi sepanjang masa. Dow diperkirakan akan mengakhiri minggu ini dengan kenaikan sekitar 1%, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing naik sekitar 0,5% dan 0,3% dalam sepekan.
Perdagangan November, yang ditandai oleh reli pascapemilu setelah kemenangan Presiden terpilih Donald Trump, juga akan berakhir minggu ini. Dow telah naik lebih dari 7% di bulan November, menuju kenaikan bulanan terbesar pada 2024. S&P 500 dan Nasdaq masing-masing melonjak lebih dari 5%.

