Sambut Pemilu Besok, IHSG Anjlok 1,2%
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (13/2/2024), ditutup anjlok 87,93 poin (1,20%) menjadi 7.209,74. Penurunan indeks dipicu atas aksi ambil untung pemodal menjelang pemilu besok.
Sedangkan saham penekan utama IHSG hari ini datang dari pelemahan dalam saham-saham emiten Prajogo Pangestu. Saham TPIA melorot 19,61% menjadi Rp 4.100, saham CUAN turun 9,93% menjadi Rp 6.575, saham BREN terkoreksi 7,34% menjadi Rp 5.050, dan BRPT turun 3,94% menjadi Rp 975.
Baca Juga
Beberapa sektor saham dengan penurunan paling dalam, yaitu saham sektor material dasar 2,1%, sektor infrastruktur 1,01%, sektor konsumer non primer 0,62%, sektor kesehatan 0,57%, dan sektor keuangan 0,50%. Sebaliknya penguatan hanya melanda saham sektor transportasi mencapai 0,62% dan sektor energi naik tipis 0,04%.
Meski IHSG anjlok, beberapa saham berikut torehkan lompatan harga, yaitu saham PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP) naik hingga auto reject atas (ARA) Rp 53 (34,19,61%) menjadi Rp 208, PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) naik Rp 290 (19,33%) menjadi Rp 1.790, PT Majaagung Latexindo Tbk (SURI) naik Rp 85 (15,32%) menjadi Rp 640, PT Puri Global Sukses Tbk (PURI) naik Rp 25 (15,24%) menjadi Rp 189, dan PT Ecocare Indo Pasifik Tbk (HYGN) naik Rp 20 (13,79%) menjadi Rp 165.
Baca Juga
Pefindo: Emisi Obligasi Korporasi Lebih Marak di Semester II-2024
Sebaliknya penurunan dalam melanda sejumlah saham berikut, yaitu saham PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN), PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (MPIX), PT Pulau Subur Tbk (PTPS), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).
IHSG kemarin ditutup melesat 62,52 poin (0,86%) menjadi 7.297,67. Lompatan tersebut dinilai sebagai ekspektasi investor terhadap pemilu Indonesia berjalan damai dan lancar pada 14 Februari mendatang.
Pemodal asing merealisasikan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 2,06 triliun. Aksi beli melanda saham bank papan atas yang juga berdampak terhadap lompatan harga hingga capai level tertinggi baru sepanjang masa.
