Kutip Max Weber soal Pertumbuhan Ekonomi Dipertahankan Nasionalisme, Prabowo: Mbahnya Kapitalisme Ajarkan Itu
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto mengutip ekonom dan sosiolog terkemuka Max Weber mengenai pentingnya nasionalisme dalam pertumbuhan ekonomi. Dalam bukunya berjudul Etika Protestan dan Semangat Kapitalisme atau The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism, Max Weber menyatakan pertumbuhan ekonomi distimulasi dan dipertahankan oleh nasionalisme.
"Saya mengutip salah satu guru ekonomi dari Harvard University. Dia adalah salah satu guru kapitalisme. Dalam bukunya 'The Spirit of Capitalism', dia katakan bahwa the sustained growth characteristic of modern economy is not self-sustained. Jadi karakteristik dari ekonomi modern tidak berjalan dengan sendirinya, not self-sustained. Growth, pertumbuhan, is stimulated and sustained by nationalism. Pertumbuhan distimulasi dan dipertahankan oleh nasionalisme," kata Prabowo dalam sambutannya saat penyerahan uang Rp11,4 triliun hasil penagihan denda administratif kehutanan oleh Satgas PKH di gedung Kejagung, Jumat (10/4/2026).
Baca Juga
Prabowo Perintahkan Panglima TNI, Kapolri, dan Menkeu Purbaya Berantas Penyelundupan
Max Weber yang disebut Prabowo sebagai guru kapitalis telah mengajarkan pentingnya nasionalisme dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, Kepala Negara mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga nasionalisme demi membangun bangsa.
"Ini mbahnya kapitalis, gurunya kapitalis ngajar begitu. Masa kita, negara pejuang yang merebut kemerdekaan dengan darah, dengan keringat, dengan air mata, masa kita tidak menjaga semangat nasionalisme kita," katanya.
Prabowo menekankan, saat ini, waktunya untuk memilih posisi. Berada di pihak yang lurus, adil, dan bersama rakyat atau berada di pihak koruptor, manipulator, penipu, penyelundup, dan menertawakan NKRI.
"Kita harus pilih, kita berada di pihak yang mana. Di pihak yang benar, di pihak yang lurus, di pihak yang adil, di pihak rakyat Indonesia, atau di pihak koruptor, di pihak manipulator, di pihak penipu, di pihak penyelundup, di pihak mereka, di pihak mereka yang berani mentertawakan NKRI," tegasnya.
Prabowo menyentil adanya pengusaha tambang nakal yang terus melakukan pertambangan ilegal. Padahal, izinnya telah dicabut negara delapan tahun lalu dan sudah ada putusan Mahkamah Agung (MA). Prabowo menegaskan, tindakan yang dilakukan pengusaha itu telah menertawakan NKRI dan bahkan meludahi para pahlawan kemerdekaan.
"Dia meludahi pengorbanan mereka-mereka yang gugur untuk kemerdekaan Indonesia. Dia tidak hormat sama NKRI," katanya.
Baca Juga
Prabowo Ingatkan Mengancam Satgas PKH Sama dengan Mengancam Presiden
Untuk itu, Prabowo memerintahkan Jaksa Agung ST Burhanuddin menegakkan hukum. Bahkan, memidanakan pengusaha tersebut jika diperlukan.
"Saya perintahkan Jaksa Agung tegakkan hukum. Dia tidak mau kerja sama, pidanakan. Kita tidak ragu-ragu dan kita tidak gentar," tegasnya.

