Prabowo Perintahkan Panglima TNI, Kapolri, dan Menkeu Purbaya Berantas Penyelundupan
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, dan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa untuk memberantas penyelundupan. Perintah itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya saat penyerahan uang Rp11,4 triliun hasil penagihan denda administratif kehutanan oleh Satgas PKH di gedung Kejagung, Jumat (10/4/2026).
Prabowo menegaskan, upaya pemerintah dalam menyejahterakan rakyat masih harus melalui jalan yang panjang. Hal ini salah satunya karena masih maraknya penyimpangan, seperti kebocoran anggaran hingga penyelundupan. Untuk itu, Prabowo memerintahkan Jenderal Agus Subiyanto, Jenderal Listyo Sigit, dan Menkeu Purbaya menggunakan segala kewenangan yang dimiliki untuk memberantas penyelundupan.
Baca Juga
Prabowo Ingatkan Mengancam Satgas PKH Sama dengan Mengancam Presiden
"Panglima TNI, Kapolri, Menteri Keuangan, Anda punya lembaga-lembaga yang tugasnya untuk menghentikan penyelundupan. Gunakan segala wewenang yang ada pada anda untuk menegakkan itu," tegas Prabowo.
Kepala Negara menegaskan akan menggunakan semua wewenang dan kekuasaan yang diberikan oleh Undang-Undang Dasar 1945 kepada presiden Republik Indonesia untuk menegakkan hukum. Prabowo menegaskan penegakan hukum akan dilakukan secara tegas terhadap siapa pun yang melanggar hukum tanpa pandang bulu.
"Dan percayalah, saya akan menggunakan semua wewenang dan kekuasaan yang diberikan oleh Undang-Undang Dasar 1945 kepada Presiden Republik Indonesia, saya akan gunakan itu untuk menegakkan hukum saudara-saudara sekalian tanpa pandang bulu, tanpa melihat siapa," tegasnya.
Baca Juga
Satgas PKH Selamatkan Rp 31,3 Triliun, Prabowo: Bisa Renovasi 34.000 Sekolah atau 500.000 Rumah
Prabowo sepakat hukum merupakan instrumen untuk menjaga kekayaan bangsa dan negara. Untuk itu, hukum harus ditegakan agar rakyat Indonesia sejahtera.
"Saya sangat setuju hukum adalah instrumen untuk menjaga kekayaan bangsa dan negara. Tanpa kekayaan bangsa dan negara tidak mungkin rakyat kita hidup sejahtera. Tidak ada pilihan lain bagi kita," katanya.

