Begini Jurus BPJS Kesehatan Tingkatkan Mutu Layanan dan Kepuasan Publik
JAKARTA, investortrust.id - BPJS Kesehatan terus memperkuat berbagai strategi untuk meningkatkan mutu layanan sekaligus mendorong kepuasan publik. Upaya ini dilakukan melalui kombinasi peningkatan akses layanan, transformasi digital, hingga penguatan ekosistem pengawasan berbasis teknologi.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengungkapkan, kebutuhan akan respon yang cepat dan solutif menjadi fokus utama dalam pengembangan layanan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“BPJS Kesehatan memahami perlunya respon cepat solutif untuk meningkatkan tingkat kepuasan publik. Hal ini akan dilakukan melalui beberapa upaya, melalui pelayanan peserta pada kantor cabang yang ada di seluruh kabupaten/kota,” ujarnya, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IX DPR RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Baca Juga
Tingkat Kepesertaan JKN Capai 98,74%, BPJS Kesehatan Soroti Tantangan 58,32 Juta Peserta Non Aktif
Selain layanan tatap muka, lanjut Prihati, BPJS Kesehatan juga mengandalkan inovasi jemput bola melalui BPJS Keliling serta Mobile JKN. Layanan Whatsapp Pandawa bahkan kini bisa diakses selama 24 jam sehingga memudahkan peserta mendapatkan informasi maupun menyampaikan pengaduan kapan saja.
Berbagai layanan lain juga terus dioptimalkan, seperti Mall Pelayanan Publik, Care Center 165, Anjungan Mandiri JKN, media sosial resmi, hingga website BPJS Kesehatan. Tak hanya itu, penyampaian informasi dan penanganan pengaduan juga diperkuat di fasilitas kesehatan (faskes) serta badan usaha.
“Respon cepat solutif ini mendukung kemudahan dan kecepatan akses pemberian informasi pengaduan dan pelayanan peserta,” kata Prihati.
Baca Juga
BPJS Kesehatan Pastikan Tanggung Keluhan Kesehatan Akibat MBG
Dari sisi perluasan akses dan peningkatan mutu layanan, BPJS Kesehatan juga melakukan digitalisasi pengelolaan kerja sama dengan faskes berbasis geospasial. Langkah ini diiringi dengan perluasan kerja sama faskes di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk melalui layanan faskes bergerak seperti rumah sakit apung.
Selain itu, BPJS Kesehatan menjaga keseimbangan antara peningkatan layanan dan kesehatan keuangan melalui sejumlah strategi berbasis digital. Di antaranya percepatan proses bisnis melalui digitalisasi, sistem pembayaran berbasis kinerja untuk meningkatkan efisiensi, hingga penerapan intelligent claim berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) guna mempercepat dan meningkatkan akurasi verifikasi klaim.
“BPJS Kesehatan menyadari pilar-pilar strategi dan upaya implementasinya membutuhkan sumber daya digital sebagai fondasi,” ucap Prihati.
“Untuk itu, transformasi digital terus dilakukan oleh BPJS Kesehatan, baik dari sisi analisis data, penguatan sistem anti fraud cerdas, layanan digital self service, personalisasi proaktif dan inklusif, tata kelola dan arsitektur AI yang agile, aman, dan scalable,” sambungnya.

