Menteri PKP Siap “Rebut” Tanah Negara yang Diduduki Pihak Ketiga di Dekat Stasiun Tanah Abang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyebut akan “merebut” tanah negara yang diduduki pihak ketiga di dekat Stasiun Tanah Abang.
“Negara harus hadir dan ini buat kepentingan rakyat untuk program 3 Juta Rumah,” kata Ara, sapaannya, saat meninjau tanah milik PT KAI (Persero), yang akan dibangun hunian vertikal di Jakarta Barat, Minggu (5/4/2026).
Ara mengatakan terdapat tiga lokasi yang rencananya akan disterilkan dan dibangun hunian vertikal di dekat Stasiun Tanah Abang. Tetapi, dia tak menyebut detail berapa luas masing-masing lahan yang diduduki oleh pihak ketiga tersebut.
Menurut Ara, tanah yang diduduki pihak ketiga tersebut merupakan milik negara dan sudah berkekuatan hukum tetap.
“Negara tidak boleh kalah terhadap siapapun, apalagi sudah punya kekuatan hukum yang tetap,” jelas dia.
Baca Juga
Menteri Nusron Usul Tambahan Rp 2,03 Triliun untuk Program 3 Juta Rumah
Ara menyampaikan bahwa negara tidak boleh kalah dengan siapapun. Dia menantang Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin dan Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Dony Oskaria untuk punya nyali menghadapi pihak ketiga yang menduduki tanah milik negara tersebut.
“Kita benar dan kita harus punya nyali mengurus negara ini dengan baik. Bagaimana aset-aset negara itu digunakan untuk kepentingan negara, untuk rakyat, utamanya rakyat kecil. Jangan dikuasai oleh pihak lain,” kata dia.
Baca Juga
Hashim: Program 3 Juta Rumah Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi ke 7%
Pembangunan hunian berbasis transit oriented development (TOD) tengah diperluas pemerintah. Model awal pembangunan TOD dilakukan di kawasan Stasiun Manggarai. Di laman resmi Kementerian PKP, pembangunan hunian vertikal akan dilakukan di Blok G dan F yang terdiri dari 8 tower setinggi 12 lantai dengan total sekitar 2.200 unit hunian tipe 45 dan 52, dengan target penyerahan kunci pada awal 2027.
Selain di Jakarta, pembangunan hunian berbasis TOD ini juga akan dilakukan di Stasiun Kiaracondong Bandung sebanyak 753 unit hunian, di kawasan Dr. Kariadi Semarang sebanyak 1.042 unit hunian, serta di kawasan Stasiun Gubeng Surabaya sebanyak 1.489 unit hunian, yang seluruhnya memanfaatkan lahan milik PT KAI.

