Mensesneg Harap Kebijakan 8 Transformasi Momentumkan Ubah Budaya Kerja dan Konsumsi BBM Masyarakat
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi berharap kebijakan pemerintah untuk menghadapi gejolak geopolitik yang dinamakan 8 Transformasi Budaya Kerja Nasional dapat mengubah dan mengefisiensikan cara kerja dan konsumsi BBM masyarakat. Hal itu, disampaikan Prasetyo dalam konferensi pers secara daring, Selasa (31/3/2026).
"Saya kira ini menjadi momentum yang sangat baik bagi kita semua seluruh masyarakat Indonesia untuk bagaimana kita mengefisienkan cara kita, mengefisienkan cara bekerja kita, mengefisienkan dan mengubah cara bertranportasi kita, mengubah pemakaian konsumsi BBM dari aktivitas kita sehari-hari," kata Prasetyo Hadi.
Baca Juga
Menko Airlangga: Potensi WFH Menghemat Rp 6,2 Triliun ke APBN
Mensesneg Pras, sapaan Prasetyo Hadi mengatakan kebijakan pemerintah ini dalam rangka mengubah atau transformasi budaya masyarakat ke depan. Apalagi, saat ini, terjadi gejolak geopolitik yang mengubah seluruh negara di dunia.
"Ini dalam rangka kita mulai mengubah budaya dan bertransformasi ke depan untuk menghadapi geopolitik yang memang memengaruhi seluruh negara di dunia," katanya.
Sebelumnya, pemerintah melalui Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan delapan Kebijakan Transformasi Budaya Kerja Nasional. Kebijakan ini disampaikan sebagai upaya mitigasi dan antisipasi perkembangan dan dinamika global.
"Program kebijakan ini disebut dengan 8 butir transformasi budaya kerja nasional dan nanti ditambah dengan kebijakan energi," kata Airlangga.
Baca Juga
Pemerintah Tetapkan WFH bagi ASN dan Swasta pada Hari Jumat, Ini Alasannya
Kebijakan itu di antaranya penerapan WFH bagi ASN di tingkat pusat dan daerah tiap Jumat. Selain itu, penerapan WFH bagi swasta, kecuali layanan publik, seperti kesehatan, keamanan, kebersihan, serta sektor strategis seperti industri atau produksi, energi, air, bahan pokok makanan minuman, perdagangan, transportasi, logistik dan keuangan.

