Dadan: MBG Jadi Pertaruhan Kepemimpinan Presiden Prabowo
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah strategis dalam membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia. . Program MBG bahkan menjadi pertaruhan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, kebijakan tersebut mencerminkan kepemimpinan presiden yang telah memasuki tahap ‘brilliant commander’, yaitu pemimpin yang tidak hanya fokus pada agenda jangka pendek, tapi memikirkan kebutuhan pengembangan sumber daya di masa depan.
“Kalau kita lihat dari tipe kepemimpinan itu beliau (Prabowo Subianto) sudah masuk ke dalam tahap di mana beliau menjadi brilliant commander. Di mana, brilliant commander ini adalah seorang pemimpin yang sudah memikirkan demand resource development dan ini penting sekali karena Indonesia masih tumbuh 6 orang per menit, 3 juta orang per tahun,” ujar Dadan, dalam Indonesia Economic Outlook 2026, di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Ia menjelaskan, jumlah penduduk Indonesia diproyeksikan mencapai 324 juta jiwa pada 2045. Namun menurutnya, persoalan bukan semata pada laju pertumbuhan, melainkan kualitas SDM yang dihasilkan.
Perbaikan kualitas SDM, lanjut Dadan, harus dimulai dari pemenuhan gizi. Berdasarkan data yang ia sampaikan, sekitar 60% anak Indonesia belum memiliki akses terhadap pemenuhan gizi seimbang, dan sebagian besar hampir tak pernah mengonsumsi susu secara rutin.
Sebagai Kepala BGN, ia mengaku mendapat mandat besar dari Presiden untuk memastikan program MBG berjalan efektif. Bahkan, dalam sidang kabinet pertama, Presiden secara tegas menyatakan komitmennya terhadap program tersebut.
Baca Juga
Prabowo Sebut Distribusi MBG Jangkau 60,2 Juta Orang, Produksi 4,5 Miliar Porsi
“Saya sebagai Kepala BGN memang mendapat tugas yang luar biasa karena Pak Presiden pada sidang kabinet yang pertama saja sudah menyampaikan dan mempertaruhkan kepemimpinannya untuk program ini agar berjalan. Dan saya agak deg-degan karena kalau program ini tidak berjalan maka kepemimpinan beliau lah yang dipertaruhkan,” kata Dadan.
Ia menyebut, setelah berjalan selama satu tahun, program MBG mulai menunjukkan dampak positif, termasuk dari sisi ekonomi. Dadan mengungkapkan bahwa sejumlah ekonom yang sebelumnya skeptis kini mulai melihat MBG sebagai pendekatan baru dalam pembangunan.
“Rekan sejawat saya alias ekonom dari IPB yang tadinya skeptis dengan program MBG akhirnya beliau sekarang melihat bahwa MBG ini merupakan pendekatan ekonomi baru dalam pembangunan di Indonesia,” ucap Dadan.
Baca Juga
Airlangga: MBG hingga Program 3 Juta Rumah Jadi Katalis Pertumbuhan Ekonomi 2026

