Istana Prihatin Hakim di Depok Kena OTT KPK padahal Gaji Sudah Naik
JAKARTA, investortrust.id - Istana Kepresidenan melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan keprihatinannya karena masih adanya hakim yang terlibat praktik korupsi. Padahal, Presiden Prabowo Subianto sudah menaikkan gaji hakim agar para hakim dapat menjaga integritas dan tidak tergoda menerima suap dalam penanganan perkara.
Diberitakan, KPK menangkap Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok Bambang Setyawan dalam OTT, Kamis (5/2/2026). Dalam OTT itu, KPK menyita uang tunai ratusan juta rupiah yang diduga barang bukti suap terkait penanganan perkara.
Baca Juga
KPK OTT Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan dan Sita Ratusan Juta Rupiah
Pras, Prasetyo Hadi, mengatakan, kenaikan gaji merupakan salah satu upaya untuk menghilangkan praktik korupsi di lembaga peradilan. Namun, Pras menyatakan, upaya bersih-bersih itu tidak dapat langsung seketika.
"Ya kan tidak kemudian secara otomatis sebuah upaya itu akan mampu menghilangkan secara menyeluruh praktik-praktik yang tidak baik di peradilan kita," kata Pras di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Pras menyampaikan keprihatinnya terkait peristiwa tersebut. Pras mengimbau seluruh institusi untuk memperbaiki diri dan menghentikan budaya korup.
"Ya bahwa masih ada yang terjadi tentu kita prihatin, tetapi ya terus menerus kita imbau kepada semua institusi untuk memperbaiki diri, ya kalau bicaranya korupsi ya bagaimana menghentikan budaya-budaya korupsi, kongkalikong dan sebagainya," katanya.
Pras menyatakan, OTT hakim di Depok itu tidak menghentikan rencana kenaikan gaji hakim, termasuk hakim adhoc. Bahkan, Pras menyebut peraturan presiden mengenai kenaikan gaji hakim adhoc sudah ditandatangani Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga
"Ini kan oknum ya, satu, dua orang. Jadi bukan kemudian institusinya atau kebijakannya yang kemudian dihapus, apalagi kalau berkenaan dengan masalah kenaikan haji karena itu bagian dari upaya untuk kita berharap mengurangi budaya-budaya yang tidak baik," katanya.

