Legislator Tekankan Aspek Keadilan Humanis dalam Penegakan Hukum di KUHP Nasional
JAKARTA, investortrust.id -- Anggota Komisi III DPR Bimantoro Wiyono memberikan perhatian serius terhadap aspek humanis dalam penegakan hukum saat menghadiri rapat kerja bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/01/2025). Pertemuan tersebut difokuskan pada dua poin krusial, yakni evaluasi capaian kerja Kejaksaan Agung (Kejagung) tahun 2025 serta pemaparan rencana strategis untuk tahun 2026.
Bimantoro mendesak agar visi humanis yang diusung kejaksaan tidak berhenti pada tataran teori. Ia menuntut bukti konkret dalam setiap tahapan hukum, mulai dari pemilihan pasal pidana hingga sikap aparat di lapangan.
Baca Juga
Habiburokhman: Vonis Pidana Pengawasan Laras Faizati Bukti KUHP Nasional Sangat Reformis
"Humanis jangan hanya menjadi jargon visi. Ia harus nyata dalam proses penegakan hukum, terutama ketika berhadapan dengan masyarakat kecil,” kata Bimantoro dalam keterangannya.
Selain masalah kemanusiaan, Bimantoro menyoroti transparansi terkait penanganan kasus kerugian negara. Bimantoro mengingatkan agar Kejagung memperketat pengawasan internal guna menghindari spekulasi publik sebelum ada kekuatan hukum tetap. Ia menekankan setiap penetapan tersangka harus didasarkan pada konstruksi pidana yang kuat, uji mens rea (niat jahat) yang mendalam, dan metode audit kerugian negara yang tervalidasi.
Menyambut berlakunya KUHP Nasional, legislator Gerindra ini meminta Kejagung memastikan seluruh jaksa di pelosok daerah memiliki pemahaman yang seragam. Menurutnya, semangat restorative justice atau keadilan restoratif harus diinternalisasi sebagai fondasi utama dalam bertindak.
Baca Juga
Pakar Hukum Jelaskan Aturan Korporasi Bisa Jadi Tersangka dalam KUHP Nasional
Ia mengingatkan pentingnya menyelaraskan antara aturan hukum yang kaku dengan rasa keadilan di tengah masyarakat.
“Banyak aspirasi masyarakat yang masih bingung antara kepastian hukum dan keadilan. Ini harus dijawab dengan pendekatan hukum yang lebih manusiawi,” ucapnya.

