Legislator PAN Puji Rencana Prabowo Bentuk Tim Arsitektur Perkotaan
JAKARTA, investortrust.id -- Ketua Komisi VII DPR Saleh Partaonan Daulay mengapresiasi rencana Prabowo membentuk tim arsitektur perkotaan. Menurutnya, program tersebut sangat baik terutama dalam menjawab berbagai isu perkotaan dan kependudukan masa kini.
Menurutnya tingkat kepadatan penduduk, kemacetan, lapangan pekerjaan, patologi sosial, dan berbagai problematika kehidupan sosial sudah sangat jelas ada di depan mata. Semua itu berawal dari tata kota dan distribusi kekayaan alam.
"Kalau di luar negeri, pemerintahnya dengan sengaja menata kota sejak awal berdiri. Tidak serta merta jadi sempurna. Perlu waktu yang lama dengan segala perkembangan yang melintasinya, kata Saleh dalam keterangannya, Jumat (26/12/2025).
Baca Juga
Hadiri Perayaan Natal, Wapres Apresiasi Salatiga sebagai Kota Paling Toleran
Saleh menambahkan, berdasarkan literatur sejarah kota-kota di benua Amerika, Eropa, Australia, dan negara-negara maju lainnya, semua kota pasti memiliki sejarah dan keunikannya sendiri-sendiri. Bahkan banyak cerita menarik dan bahkan pengorbanan heroik di antara kisah dan cerita tersebut.
Demikian juta dengan kota di Indonesia yang pasti memiliki banyak cerita. Bedanya, cerita di Indonesia kadang tidak sesuai skenario awal. Tidak heran jika banyak alur ceritanya yang lari dari hakikat awal cerita. Yang menentukan alur cerita tidak lagi pemerintah dan para pengambil kebijakan. Sangat sering malah justru diambil oleh para pengusaha dan pemilik modal.
"Orang yang tidak mempunyai kekuasaan, pasti tidak bisa melawan. Semua diselesaikan dengan cara tawar menawar. Bahkan kadang dengan cara-cara yang tidak wajar," ujarnya.
Wakil Ketua Umum PAN tersebut menilai kondisi itulah yang hendak diperbaiki Prabowo. Ia meyakini rencana tersebut tidaklah mudah. Apalagi, sebagian besar tanah di kota besar sudah penuh dan padat penduduk. Kalaupun mau direstrukturisasi, pasti menghabiskan biaya yang tidak sedikit.
"Harus dimulai dengan pembentukan aturan hukum yang jelas. Meski jalan ini sulit, tetapi kalau tidak ada jalan lain, ya harus tetap ditempuh. Tanpa itu, tim arsitektur perkotaan yang disiapkan pasti tidak bisa bekerja" ungkapnya.
Baca Juga
Prabowo Minta Seluruh Kementerian dan Lembaga Tidak Libur, Fokus Tangani Bencana Sumatra
Agar bisa berjalan maksimal, pemerintah di daerah juga harus berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Semua rencana yang disepakati harus dilaksanakan secara merata dan bersama-sama.
Sementara itu, jika dilaksanakan secara parsial, ia khawatir tidak akan berhasil sebagaimana diharapkan. Apalagi, ada banyak kasus, pemerintah daerah justru tidak bisa menyelesaikan masalah yang dihadapinya di daerah.

