Tim SAR Temukan 11 Jenazah di Reruntuhan Al Khoziny, Korban Meninggal Jadi 25 Orang
SIDOARJO, investortrust.id - Tim pencarian dan pertolongan atau search and rescue (SAR) gabungan kembali menemukan jenazah yang tertimbun reruntuhan gedung musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, di hari keenam pascakejadian atau Sabtu (4/20/2025). Hingga pukul 23.37 WIB, jumlah korban yang ditemukan sebanyak sebelas jenazah. Di samping itu, tim SAR juga menemukan satu potongan tubuh manusia.
Adapun lokasi seluruh temuan itu berada di sektor A4 dengan perincian, korban pertama dievakuasi pada pukul 14.35 WIB. Selanjutnya, berturut-turut, tim SAR menemukan para korban hingga korban kesebelas ditemukan sekitar pukul 23.30 WIB. Kesebelas jenazah dan satu bagian tubuh tersebut segera dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Surabaya untuk diidentifikasi lebih lanjut.
"Sementara itu, tim SAR gabungan sampai detik ini masih berupaya menemukan bagian dari potongan tubuh tersebut termasuk jenazah lainnya yang berpotensi dapat ditemukan kembali," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya, Minggu (5/10/2025).
Baca Juga
Korban Meninggal Tragedi Ponpes Al Khoziny Jadi 14 Orang, 9 Orang Masih Diidentifikasi
Dengan penemuan kesebelas jenazah itu, jumlah korban meninggal dunia dalam tragedi ambruknya musala Ponpes Al Khoziny menjadi sebanyak 25 orang. Sedangkan satu bagian tubuh yang tidak utuh itu belum dihitung sebagai penambahan jumlah korban meninggal dunia, sebagaimana menurut standar prosedur oleh tim disaster victim identification (DVI). Pihak yang berwenang tersebut masih membutuhkan beberapa indikator lain untuk melengkapi identifikasi. Sesuai mandat hukum yang berlaku, penetapan identifikasi seluruh korban meninggal dunia harus melalui proses DVI agar dapat dipastikan secara sah, sekaligus menjaga martabat korban dan memberikan kepastian bagi keluarga.
"Proses ini juga penting untuk menghindari kesalahan administrasi maupun hukum, termasuk dalam penyerahan jenazah, pencatatan resmi, serta pemberian hak-hak keluarga seperti santunan atau bantuan pemerintah," katanya.
Hingga laporan saat ini per pukul 23.37 WIB, total korban yang berhasil dievakuasi tercatat sebanyak 129 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 104 selamat, 95 orang telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan medis, sementara delapan orang masih menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit rujukan, termasuk RSUD RT Notopuro Sidoarjo, RS Delta Surya, RS Unair, RSU Dr Soetomo dan RS Bhayangkara Surabaya.
Seorang korban tercatat tidak memerlukan perawatan medis lebih lanjut. Sedangkan yang masih dalam pencarian diperkirakan mencapai 38 orang, sebagaimana menurut daftar absensi santri yang dirilis pihak ponpes Al Khoziny.
Baca Juga
Update Ambruknya Ponpes Al Khoziny, 9 Orang Meninggal dan 54 Orang Masih Proses Pencarian
Tim satgas gabungan terus melakukan proses pembersihan puing sekaligus operasi SAR yang difokuskan di sisi utara, khususnya pada bagian bangunan yang tidak lagi terintegrasi dengan struktur utama, untuk mempercepat penyelesaian operasi.
Tenda untuk Keluarga Korban Berdiri di RS Bhayangkara
Selain berfokus dalam operasi SAR oleh satgas gabungan, penanganan darurat ini juga mencakup pendampingan dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi keluarga korban, yang sejak hari pertama berada di sekitar lokasi kejadian. BNPB bersama BPBD per hari ini telah mendirikan tenda pengungsi di RS Bhayangkara, Surabaya, demi memfasilitasi segala keperluan keluarga korban.
"Selain demi alasan kelayakan, keamanan dan kenyamanan bagi keluarga korban, tenda yang didirikan itu juga diharapkan dapat mempercepat proses identifikasi jenazah korban hingga penanganan lebih lanjut," katanya.

