Komisi I DPR Kecam Israel yang Cegat dan Tangkap Aktivis Global Sumud Flotilla
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta mengecam keras pasukan Israel yang mencegat 14 kapal yang membawa aktivis internasional dan bantuan kemanusiaan dalam misi Global Sumud Flotilla menuju Gaza, Palestina. Upaya blokade kemanusiaan yang dilakukan pasukan Israel dinilai sebagai tindakan yang keji.
"Saya kira dalam sejarah modern, di semua zona konflik, bantuan kemanusiaan dilindungi. Tapi ini tidak terjadi di Palestina. Israel terang-terangan melanggar hukum humaniter internasional, menghina nilai-nilai kemanusiaan. Ini jelas tindakan yang sangat keji," kata Sukamta dalam keterangannya dikutip Jumat (3/10/2025).
Baca Juga
Trump Tegaskan Israel Tidak Akan Diizinkan Menganeksasi Tepi Barat
Sukamta menjelaskan misi Global Sumud Flotilla merupakan misi kemanusiaan masyarakat dunia untuk membantu warga Gaza yang mengalami genosida. Sukamta berharap pemerintah Indonesia segera melakukan tindakan nyata bersama dengan berbagai negara dunia untuk menekan Israel supaya membuka blokade dan membiarkan bantuan kemanusiaan sampai ke Gaza.
"Para pemimpin dunia tidak boleh membiarkan arogansi sebuah negara menginjak-injak nilai-nilai kemanusiaan, ini sangat berbahaya dan bisa merusak tatanan perdamaian dunia," ujarnya.
Selain itu, tekanan secara diplomatik, ekonomi dan militer juga harus dilakukan. Sukamta berharap negara-negara yang punya hubungan dengan Israel segera melakukan pemutusan hubungan diplomatik, melakukan embargo ekonomi dan menghentikan bantuan militer.
"Ini langkah nyata untuk memberikan tekanan yang lebih kuat ke Israel," ungkapnya.
Baca Juga
Ada Masalah Apa? UEFA Dikabarkan Batalkan Sanksi untuk Sepak Bola Israel
Sukamta berharap pemerintah RI terus memberikan bantuan kemanusiaan ke Palestina, terutama melalui jalur udara sebagaimana telah dilakukan beberapa waktu yang lalu. Wakil Ketua Fraksi PKS ini berharap perintah Indonesia dan juga negara-negara OKI terus mencoba memberikan bantuan kemanusiaan dengan berbagai cara yang paling mungkin kepada warga Gaza. (Febrianto Adi Saputro)

