KPK Ingatkan Risiko Korupsi Terkait Rencana Garuda Indonesia Beli Pesawat Baru Senilai US$ 8,03 Miliar
JAKARTA, investortrust.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan mengenai risiko korupsi terkait rencana Garuda Indonesia membeli pesawat baru senilai total US$ 8,03 miliar. Peringatan itu disampaikan Ketua KPK Setyo Budiyanto saat beraudiensi dengan Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani Panjaitan dan jajaran di Gedung Merah Putih, Jakarta, Rabu (1/10/2025).
Setyo menyatakan, KPK menilai penting langkah pencegahan sejak dini dalam rencana pengadaan armada baru Garuda Indonesia yang nilainya mencapai miliaran dolar Amerika Serikat. Setyo mengingatkan persoalan hukum pengadaan pesawat di masa lalu harus menjadi pelajaran berharga agar tidak terulang kembali.
“Kita harus memastikan tidak mengulang kesalahan. Pengadaan sebesar ini harus transparan, akuntabel, dan bebas konflik kepentingan,” ujar Setyo.
Baca Juga
Bahas Kesepakatan Jumbo dengan Boeing, Garuda Indonesia (GIAA) Siap Tambah Armada
Wakil Ketua KPK, Agus Joko Pramono, menyoroti sejumlah risiko dalam pengadaan bernilai besar. Beberapa di antaranya, permainan harga, manipulasi spesifikasi, konflik kepentingan, hingga potensi gratifikasi. Untuk itu, KPK akan memonitoring secara berlapis agar setiap langkah proses pembelian pesawat oleh Garuda Indonesia sesuai aturan.
Wakil Ketua KPK lainnya, Ibnu Basuki Widodo juga menekankan bahaya konflik kepentingan yang dapat melemahkan independensi pengambil keputusan. KPK menegaskan keterlibatannya bukan untuk mendampingi secara seremonial. KPK akan memastikan pengadaan berskala besar ini berlangsung transparan, akuntabel, dan bebas dari potensi penyimpangan yang merugikan negara.
Diberitakan, negosiasi Garuda dengan Boeing menghasilkan beberapa opsi pembelian, dengan nilai transaksi hingga mencapai US$ 8,03 miliar. Proses ini melibatkan perubahan kontrak lama (PA 2158), skema deposit, hingga risiko tuntutan kreditur.
Baca Juga
Untuk itu, Garuda Indonesia menilai perlunya payung hukum yang jelas serta rekomendasi mitigasi risiko, agar transaksi tidak berujung masalah di kemudian hari.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani Panjaitan, menegaskan Garuda Indonesia berkomitmen menjalankan proses sesuai aturan.
“Kami pastikan, setiap rupiah dalam pengadaan ini, dikelola secara bertanggung jawab. Kehadiran KPK memperkuat komitmen kami terhadap integritas,” kata Wamildan.

