Bidik 12,2 Juta Penumpang, Garuda Tambah 7 Armada
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menargetkan penambahan tujuh armada pesawat sepanjang 2025 dengan target penumpang 12,2 juta. Dari jumlah itu, lima pesawat sudah lebih dahulu didatangkan dan digunakan.
Direktur Niaga Garuda Indonesia, Reza Aulia Hakim menyampaikan, penambahan tersebut menjadi yang terbanyak sejak pandemi Covid-19. “Sepanjang 2025, kami menargetkan total akan ada tujuh armada baru, dan ini merupakan penambahan pesawat terbanyak Garuda Indonesia pascapandemi,” kata Reza dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR melalui pantauan youtube TV Parlemen, Senin (22/9/2025).
Baca Juga
Menhub Dudy: Merger Pelita Air-Garuda Indonesia (GIAA) Tunggu Keputusan Pertamina
Sejak manajemen baru ditetapkan, Garuda Indonesia telah mendatangkan lima armada tambahan. Hingga Agustus 2025, total armada yang dioperasikan mencapai 78 unit, terdiri dari 32 pesawat berbadan lebar (wide body) dan 46 pesawat berbadan sempit (narrow body). Dengan jumlah itu, Garuda memproyeksikan dapat mengangkut 12,2 juta penumpang tahun ini.
Reza menambahkan, pasar transportasi udara diperkirakan mencapai 105 juta penumpang pada 2025. Garuda Indonesia menargetkan melayani 12,2 juta penumpang tahun ini.
“Pasar penumpang transportasi udara proyeksinya akan terus meningkat mencapai 105 juta penumpang tahun ini, Garuda Indonesia menargetkan akan melayani 12,2 juta penumpang tahun ini atau setara dengan market share 11,6%," jelas Reza.
Jumlah armada Garuda sempat terpangkas hampir 50% akibat pandemi Covid-19. Pada 2019-2020, total armada mencapai 142 unit, tetapi turun menjadi 68 unit pada 2022. Jumlah itu meningkat menjadi 71 armada pada 2023, 73 armada pada 2024, dan 78 armada hingga Agustus 2025.
Baca Juga
Garuda 'Nggak' Main-main, Ekspansi 2 Rute Plus Mitra Global Baru
Peningkatan armada ini sejalan pertumbuhan jumlah penumpang Garuda Indonesia. Dalam periode 2022–2024, jumlah penumpang naik dari 5,6 juta menjadi 11,4 juta orang.

