Menteri HAM Natalius Pigai Klaim Keberhasilan Program MBG Capai 99,99%
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengklaim keberhasilan program makan bergizi gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto mencapai 99,99%. Natalius Pigai menyatakan, pencapaian itu diketahui berdasarkan hasil pemantauan langsung yang dilakukan Kementerian HAM di berbagai daerah.
"Secara keseluruhan sesungguhnya 99,99% pelaksanaan makan bergizi gratis sampai pada hari ini berhasil," kata Pigai dalam konferensi pers di kantor Kementerian HAM, Kuningan, Jakarta, Selasa (1/10/2025).
Pigai mengatakan sebanyak 33 kantor wilayah Kementerian HAM telah turun ke lapangan untuk untuk mengecek program makan bergizi gratis. Hasilnya, dari 30 juta orang penerima manfaat program itu, penyimpangan yang ditemukan hanya sebesar 0,0017%.
"Jadi 99,99% makan bergizi gratis di Indonesia yang baru seumur jagung termasuk berhasil," tegasnya.
Pigai mengakui adanya dua masalah utama yang dihadapi dalam implementasi program tersebut. Kedua permasalahan itu, yakni pelaksanaan produksi dan distribusi serta kurangnya pengawasan. Namun, ia menilai kendala tersebut terjadi di titik-titik tertentu dan tidak merepresentasikan keseluruhan program.
"Apa yang terjadi tentu kita perbaiki, mari kita perbaiki sama-sama. Tetapi bahwa kasus-kasus yang terjadi tidak mewakili seluruh program yang berlansung secara baik yaitu 99,99% lebih yang berlangsung secara baik dan positif," ungkapnya.
Mantan Komisioner Komnas HAM itu juga memaparkan temuan positif di lapangan yang menunjukkan dampak signifikan program MBG terhadap anak-anak sekolah. Beberapa temuan positif tersebut, yakni anak-anak semangat hadir ke sekolah untuk makan bersama teman-temannya. Selain itu program tersebut diakuinya meningkatkan fokus belajar siswa.
Selain itu program MBG juga melatih disiplin dan mandiri siswa, serta menumbuhkan solidaritas sosial. Pigai menduga kritikan terhadap program MBG dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak ingin Indonesia maju.
Pigai mengajak semua pihak untuk membangun opini positif dan bersama-sama mengisi kekurangan yang ada.
"Mari kita berpikir yang lebih maju apa kurangnya kita sama-sama mengisi kekurangan. Kalau baik kita dorong untuk memajukan, untuk memajukan kritik tapi jangan yang menyangkut kepentingan orang kecil, kepentingan bangsa Indonesia," ajaknya.

