Indef Dukung Prabowo Bentuk Tim Investigasi Independen Demo Agustus
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mendukung rencana Presiden Prabowo Subianto membentuk tim investigasi independen guna mengungkap aktor di balik kerusuhan demonstrasi pada akhir Agustus silam.
Rencana itu mencuat saat Prabowo berdiskusi dengan sejumlah tokoh yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/9/2025) lalu.
Direktur Pengembangan Big Data Indef, Eko Listiyanto mengungkapkan, Indef dan masyarakat secara umum setuju kasus yang menewaskan banyak nyawa itu tidak dikubur begitu. Sebab hal itu akan menjadi luka tambahan bagi bangsa yang sedang bertumbuh untuk semakin matang dan dewasa.
Baca Juga
"Harapan tokoh-tokoh bangsa yang hadir bertemu Presiden tentu mengharapkan kesungguhan Presiden untuk menyerap aspirasi rakyatnya dan memimpin negeri ini ke arah lebih baik. Tidak tergelincir ke praktik tidak sungguh-sungguh dan omon-omom belaka," kata Eko dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/9/2025).
Eko memaparkan, Indef melalui machine learning artificial intelligence (AI) di bawah Pusat Pengembangan Big Data Continuum mengumpulkan ratusan ribu percakapan netizen atau warganet untuk memotret apa yang dirasakan publik terhadap kasus tersebut. Kesimpulannya, masyarakat berharap tanggung jawab masalah ini ada di pimpinan tertinggi, yaitu presiden dan kapolri.
"Karena itu, Indef berada dalam posisi mendukung agar tim independen pencari fakta kasus tersebut agar terbuka bagi publik. Yang bersalah diberi hukuman yang adil," tegas Eko.
Alumnus Universitas Brawijaya itu menjelaskan, data tersebut dipublikasikan Indef untuk memberi masukan kepada pemerintah. Soalnya, publik merasakan kekecewaan mendalam sebagai imbas kesenjangan tinggi di tengah masyarakat.
Hal itu, kata Eko, terlihat dari laporan resmi tentang PHK serta terjadinya penurunan kelas menengah yang terpotret dari menurunnya jumlah tabungan masyarakat. "Tidak hanya kecewa, publik juga mengecam dan berharap masalah ini selesai,” tutur dia.
Menurut Eko Listiyanto, percakapan publik yang jumlahnya ribuan juga memberikan masukan dan rekomendasi, di antaranya reformasi aparat (8.000 percakapan), sahkan UU Perampasan aset (6.400 percakapan), ganti kapolri (4.900 percakapan), bebaskan massa aksi (2.300 percakapan), dan lainnya," papar dia.
Presiden Prabowo Subianto berencana membentuk tim independen yang bertugas menginvestigasi aksi demonstrasi Agustus 2025. Hal itu disampaikan mantan Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin.
Lukman bersama sejumlah tokoh lintas iman yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB) berdiskusi dengan Prabowo selama kurang lebih tiga jam terkait situasi bangsa pada Kamis (11/9/2025).
Baca Juga
6 Lembaga HAM Bentuk Tim Independen Pencari Fakta Demo Rusuh
Tokoh-tokoh tersebut antara lain istri Presiden ke-4 Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, mantan Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Gomar Gultom, Quraish Shihab, Frans Magnis Suseno, Omi Komaria Nurcholish Madjid, Komaruddin Hidayat, dan Laode Syarif.
"Salah satu tuntutan masyarakat sipil yang juga menjadi aspirasi kami dari GNB adalah perlunya dibentuk komisi investigasi independen terkait dengan kejadian prahara Agustus beberapa waktu yang lalu," kata Lukman usai pertemuan tersebut.
Lukman mengungkapkan, aksi demo pada 25-31 Agustus 2025 telah menimbulkan korban, baik luka-luka maupun meninggal dunia, kekerasan, hingga perusakan fasilitas umum.

