Universitas Paramadina Resmikan Kampus Cipayung, Ada JK, Bos Djarum, Petinggi GoTo, mantan Capres, mantan Menteri, sampai Wakil Menteri
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Universitas Paramadina secara simbolis meresmikan Gedung Kampus Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (27/8/2025). Acara peresmian tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya mantan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla (JK), Direktur Utama PT Djarum Victor Hartono, dan Chief Executive Officer (CEO) PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk Patrick Walujo.
Hadir pula mantan capres/mantan Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim, Ketua Dewan Pembina Habibie Center Ilham Habibie, mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin, serta Managing Director Sinar Mas 2000-2021 dan Dubes Indonesia untuk Korea Selatan periode 2021 - 2023 Gandi Sulistiyanto.
Tokoh lainnya yang hadir antara lain Presiden Komisaris PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto, Corporate Secretary & Communication Triputra Group Aminuddin Nurdin, dan mantan Menteri Tenaga Kerja Abdul Latief. Itu belum termasuk Ketua Umum Pengurus Yayasan Wakaf Paramadina Hendro Martowardojo dan Omi Komaria (istri alm Nurcholsih Madjid).
Baca Juga
Universitas Paramadina: Koperasi Merah Putih Harus Mandiri, Otonom, dan Demokratis
Wakil Presiden ke-10 dan 12,JK yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Wakaf Paramadina mengungkapkan, gedung 8 lantai tersebut dibangun atas bantuan para pengusaha kenamaan. Kehadiran kampus baru ini tidak lepas dari keinginan agar Universitas Paramadina memiliki ‘rumah sendiri’.
“Setelah hampir 40 tahun, Kampus Paramadina ini berkeliling di Jakarta, (seperti) kos-kosan. Supaya mutunya lebih tinggi, harus ada rumah sendiri,” kata JK saat menyampaikan sambutan dalam peresmian Gedung Kampus Cipayung Universitas Paramadina, Jakarta, Rabu (27/8/2025).
JK berpesan agar sivitas akademika Universitas Paramadina meneruskan perjuangan pendirinya, Nurcholis Madjid. Pemikiran Nurcholis Madjid menekankan agar ke-Islaman dan ke-Indonesiaan disatupadankan.
Menurut JK, Universitas Paramadina berperan agar intelektualisme para pemikir Islam dan semangat kebangsaan tidak saling bertentangan demi terwujudnya Indonesia yang lebih maju. “Tanpa universitas, tanpa pegangan ide dan idealisme, tentu ide itu tidak bisa berkembang,” tegas dia.
Sementara itu, Rektor Universitas Paramadina, Prof Didik J Rachbini bercerita bagaimana dirinya diberikan mandat oleh JK untuk tidak hanya memimpin kampus tersebut, melainkan meneruskan pembangunan gedung baru.
Di sisi lain, Anies Baswedan mengenang bagaimana awal pembangunan kampus baru Cipayung. Saat itu, Yayasan Wakaf Paramadina memiliki kas setara Rp 7 miliar. Namun angka tersebut dianggap masih kurang, sehingga perlu melakukan penggalangan dana (fundraising).
“Rp 7 miliar kok mau bikin kampus? Akhirnya pinjam Bank Niaga, dapat Rp 35 miliar. Ditambah dana fundraising, alhamdulillah ini terwujud semua,” kenang Anies.
Baca Juga
Ekonom Universitas Paramadina: Potensi 'Crowding Out' Masih Hantui Indonesia pada 2025
Bos Djarum Victor Hartono mengenang bagaimana ayahnya,Budi Hartono, ikut urunan untuk membangun kampus baru Universitas Paramadina. “Seingat saya, ayah tidak pernah melakukan fundraising, kecuali untuk Universitas Paramadina,” tutur Victor.
Didik Rachbini menjelaskan, Universitas Paramadina Kampus Cipayung berdiri di atas lahan seluas 22.000 m2, mengusung konsep Green Campus atau kampus di dalam taman hijau, dengan konsep bangunan modern dan tropis-minimalis. Berdaya tampung 10.000 mahasiswa, kampus ini memiliki tiga gedung utama, yaitu Gedung Nurcholish Madjid (8 lantai), Gedung TP Rachmat (3 lantai), dan Gedung HM Jusuf Kalla (3 lantai).
Kampus Cipayung dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern, mulai dari ruang kuliah, laboratorium, masjid, auditorium, arena olahraga indoor, amphitheatre, taman hijau, hingga ruang diskusi yang representatif. Dalam waktu dekat, Kampus Cipayung akan dilengkapi fasilitas wall climbing kelas dunia.
"Kehadiran fasilitas baru ini memperkuat posisi Kampus Cipayung sebagai pusat kegiatan akademik, penelitian, dan pengembangan mahasiswa. Saat ini, Universitas Paramadina memiliki tiga kampus, yakni Kampus Cipayung, Kampus Cikarang (Kabupaten Bekasi), dan Kampus Kuningan (Jakarta Selatan)," ujar Didik.
Prof Didik mengemukakan, kampus kebanggaan tersebut tidak akan pernah terwujud tanpa dukungan berbagai korporasi, seperti Djarum Foundation, BCA, Astra, United Tractors, Adaro Energy, Triputra Agro Persada, Polytron, Sinar Mas, Indika Energy, Northstar Pacific, Blibli.com, Tiket.com, dan Harum Energy.
Juga tanpa kebaikan dan keihlasan hati para sahabat Paramadina, sepertiJK, Budi Hartono, TP Rachmat, Gandi Sulistiyanto, Haji Isam, dan Benny Subianto (alm). “Segenap civitas akademika Universitas Paramadina mengucapkan terima kasih dan berkomitmen melipatgandakan kebaikan yang telah beliau-beliau limpahkan,” tandas Didik Rachbini.

