Cerita Petinggi Djarum hingga Bos GoTo, 'Keroyokan' Bangun Kampus Paramadina
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sejumlah konglomerat nasional membagikan cerita terkait kontribusinya dalam membangun gedung baru Universitas Paramadina Kampus Cipayung. Presiden Komisaris PT Astra International Tbk, Prijono Sugiarto, mengapresiasi tawaran dari Yayasan Wakaf Paramadina untuk terlibat dalam pembangunan gedung.
Menurut Prijono, emiten dengan kode saham ASII itu mengaku senang dapat berkontribusi dalam pembangunan gedung baru Universitas Paramadina. Ia mengatakan Astra International (ASII) mengedepankan prinsip yang ditanamkan oleh pendiri, yakni William Soerjadjaja.
"Kami diajari si Om (William Soerjadjaja) kalau membawa perusahaan itu, kalau memimpin perusahaan itu, harus bisa bermanfaat untuk semua. Jadi Om punya satu moto yang namanya sejahtera bersama bangsa," kata Prijono saat peresmian gedung Universitas Paramadina Kampus Cipayung di Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Ia menjelaskan, Astra International setidaknya memiliki empat pilar kontribusi publik, yakni pada sektor kesehatan, lingkungan hidup, pembinaan UMKM, dan pendidikan.
Prijono meyakini, Astra International memiliki tanggung jawab untuk dapat berkontribusi lebih terhadap kemajuan bangsa Indonesia. Ia menuturkan, apabila cita-cita Indonesia maju dapat terwujud, hal ini dapat berimbas pada terbukanya banyak lapangan pekerjaan yang menyerap banyak tenaga kerja.
"Apabila semua memiliki pekerjaan, pasti juga less demo, ya kan? Semuanya juga akan bekerja dengan baik di kantornya. Dan in the end kan juga kata si Om, akhirnya pada belanja," ungkapnya.
Direktur Utama PT. Djarum, Victor Hartono, yang juga sebagai mitra dan pendonor dari pembangunan gedung Universitas Paramadina Kampus Cipayung, tidak ketinggalan memiliki cerita menarik. Dalam kesempatan itu, Victor mengenang bagaimana kisah ayahnya, yakni Budi Hartono, yang kedapatan turun langsung untuk menghimpun dana demi pembangunan gedung Universitas Paramadina.
Bahkan ia meyakini, fundraising saat itu merupakan satu-satunya yang pernah dilakukan oleh Budi Hartono.
"Event itu kayaknya sekali-kalinya ayah saya membuat fundraising yang selama saya tahu. Jadi sesudah itu sudah tidak, sebelum itu tidak pernah, dan sesudah itu tidak pernah. Jadi hanya untuk Paramadina," kenang Victor.
Pengusaha senior yang juga Managing Director Sinar Mas periode 2000-2021, Gandi Sulistiyanto, memiliki kisah yang tidak terlupakan dengan pendiri Universitas Paramadina, yakni Nurcholis Madjid. Gandi dalam ingatannya, mengenang bagaimana Nurcholis Madjid sempat menitipkan kampus tersebut kepadanya.
"Tahun 2005 saat saya menengok Cak Nur (Nurcholis Madjid) di rumah sakit bersama Pak Burhanuddin Abdullah, salah satu kalimat beliau pada saat saya bertemu walaupun dalam keadaan yang susah sekali, tetapi beliau sempat mengatakan kepada saya bahwa dia menitipkan Paramadina," ingat Gandi.
Atas dasar amanah tersebut, Gandi mengaku segera mengkoordinir sejumlah kolega pengusaha, salah satunya adalah Theodore Permadi Rachmat. Singkat cerita, Gandi dipercaya sebagai penghubung bagi para calon donatur yang ingin berkontribusi terhadap pembangunan Universitas Paramadina.
Baca Juga
"Dan saya juga bersyukur bahwa pada waktunya, akhirnya gedung ini terpilih. Saya ingat lokasi pertama yang kita pilih di daerah Lebak Bulus, Jakarta Selatan, tapi tidak cocok karena memang peruntukannya. Akhirnya kita putuskan di tempat ini," ungkapnya.
Mewakili Theodore Permadi Rachmat, Corporate Secretary & Communication Triputra Group, Aminuddin Nurdin, meyakini pendirian gedung baru Universitas Paramadina Kampus Cipayung sebagai upaya efektif untuk memajukan pendidikan di Indonesia.
Aminuddin turut menyampaikan rasa terima kasih dari TP Rachmat atas kesempatan yang diberikan oleh Yayasan Wakaf Paramadina untuk berpartisipasi dalam pembangunan gedung baru tersebut.
"Beliau (TP Rachmat) mengucapkan selamat dan sukses atas peresmian kampus Universitas Paramadina. Semoga Universitas Palemadina terus berkarya menjadi lembaga pendidikan yang selalu menjadi sumber pengetahuan, tidak pernah berhenti berbagi ilmu dan terus mengabdi untuk bangsa dan negara," tutur Aminuddin.
Tidak ketinggalan menyampaikan testimoni, adalah CEO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Patrick Walujo. Menurut Patrick, pihaknya telah menjadi mitra dan bagian dari pendonor bagi Universitas Paramadina selama hampir 20 tahun.
"Saya Mengucapkan syukur dan berterima kasih bisa menjadi bagian perjalanan dan perjuangan Paramadina sejak tahun 2005, bersama dengan Pak Anies Baswedan dan Pak Widjajanto Samirin," terang Patrick.
Sebagai informasi, pembangunan gedung kampus utama Universitas Paramadina di Cipayung, Jakarta Timur, telah dimulai sejak tahun 2021. Hadir dalam peresmian tersebut diantaranya: HM. Jusuf Kalla, Omi Komaria (istri Nurcholsih Madjid), Hendro Martowardojo, Anies Baswedan, Prijono Sugiarto, Victor Hartono, Patrick Walujo, Saleh Husin, Didik J. Rachbini dan civitas akademika Universitas Paramadina.
Gedung Universitas Paramadina tersebut berdiri di atas lahan seluas 22.000 m2, mengusung konsep Green Campus atau kampus di dalam taman yang hijau, dengan konsep bangunan modern dan tropis-minimalis. Kampus yang berdaya tampung 10.000 mahasiswa ini memiliki 3 gedung utama, yaitu Gedung Nurcholish Madjid (8 lantai), Gedung TP. Rachmat (3 lantai), dan Gedung H.M. Jusuf Kalla (3 lantai).
Adapun pembangunan gedung ini melibatkan kontribusi berbagai pihak, seperti Djarum Foundation, Bank Central Asia, Astra International, United Tractors, Adaro Energy, Triputra Agro Persada, Polytron, Sinar Mas, Indika Energy, Northstar Pacific, Blibli.com, Tiket.com, dan Harum Energy.
Tidak ketinggalan, para pendonor yang disebut berkontribusi terhadap pembangunan gedung tersebut adalah H.M. Jusuf Kalla, Budi Hartono, TP. Rachmat, Gandi Sulistiyanto, Haji Isam dan almarhum Benny Subianto.

