Soal Transfer Data Pribadi RI-AS, Begini Respons Kemenkomdigi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, memastikan bahwa pemerintah Indonesia akan segera melakukan koordinasi lintas kementerian soal kesepakatan transfer data pribadi antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS), yang menjadi salah satu poin dari negosiasi tarif.
Meutya menyampaikan bahwa Kemenkomdigi belum dapat memberikan pernyataan resmi karena masih menunggu hasil koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
“Kami koordinasi dulu ya dengan Menko Perekonomian, kami ada undangan dari Menko Perekonomian untuk berkoordinasi,” ujarnya kepada awak media saat ditemui di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/7/2025).
Terkait apakah pemindahan data pribadi WNI ke luar negeri berada di bawah kewenangan Kemenkomdigi, Meutya tidak memberikan jawaban pasti. Ia hanya menekankan pentingnya pembahasan internal sebelum memberikan tanggapan publik.
“Saya besok akan berkoordinasi dulu dengan Menko Perekonomian, saya belum tahu persisnya topiknya apa. Tapi nanti besok tentu akan ada pernyataan dari Menko Perekonomian atau dari kami,” katanya.
Baca Juga
Pemerintah Konfirmasi Transfer Data dalam Poin Joint Statement dengan AS
Sebelumnya, Gedung Putih telah mengumumkan kesepakatan awal dengan Indonesia terkait kerja sama lintas batas data pribadi. Namun hingga Rabu siang, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia.
Saat disinggung mengenai ketidakterlibatan kementeriannya dalam kesepakatan yang telah diumumkan pihak AS, Meutya kembali menegaskan perlunya konsolidasi internal terlebih dahulu.
“Besok kami akan ke Menko Perekonomian dan koordinasi seperti apa penjelasannya. Nanti mungkin akan ada pernyataan dari Menko Perekonomian atau dari kami,” tuturnya.
Meutya menambahkan, posisi pemerintah saat ini adalah menunggu hasil koordinasi untuk memastikan langkah dan narasi resmi yang akan disampaikan kepada publik.
“Untuk saat ini, kami harus menunggu sampai ada koordinasi dengan Menko Perekonomian,” pungkasnya seraya meninggalkan awak media.

