Mensos Minta Izin Prabowo, Coret Rekening Penerima Bansos yang Terindikasi Judol
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengaku mendapatkan arahan khusus dari Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki data penerima bantuan sosial (bansos), khususnya yang terindikasi digunakan untuk keperluan judi online alias judol.
Menurut Saifullah, Kemensos bakal berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri secara detail rekening penerima bansos yang terindikasi terkait judol.
"Kami (minta) izin presiden, lalu presiden mengizinkan kita untuk koordinasi dengan PPATK. Maka seluruh rekening penerima bansos yang dari Kementerian Sosial, semuanya kami serahkan kepada PPATK," katanya kepada awak media usai menghadiri rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/7/2025).
Saifullah Yusuf alias Gus Ipul kemudian menyebutkan, dalam simulasi yang dilakukan oleh Kemensos bersama PPATK, dari 28 juta rekening penerima bansos sebanyak 571 ribu terindikasi digunakan untuk kegiatan judol.
Baca Juga
Kemenkomdigi Temukan 400 Ribu Rekening dan Nomor HP Terindikasi Judi Online
Ia memastikan akan mengevaluasi kembali temuan sementara oleh PPATK tersebut. Ia pun tidak menutup kemungkinan bakal mencoret 571 ribu rekening tersebut dan menggantikannya dengan calon penerima manfaat lain yang dinilai tepat sasaran.
"Kita analisis, kita evaluasi dulu. Nanti kalau sudah semua kita terima datanya, akan kita asses. Itu baru informasi sementara, nanti kita lihat hasilnya lebih jauh ya," ujarnya.
Perintah Prabowo terkait Penggunaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)
Pria yang menjabat sebagai sekretaris jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu menjelaskan, perbaikan data tunggal penerima bantuan-bantuan sosial itu mulanya menjadi alasan terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Menurutnya DTSEN akan menjadi pedoman bagi seluruh kementerian/lembaga dalam menjalankan program-program tepat sasaran. Dalam hal ini, penyaluran bansos oleh Kemensos di triwulan II-2025 ia katakan telah menggunakan data yang ada pada DTSEN.
Dalam pelaksanaannya, penyaluran bansos di triwulan II-2025 oleh Kemensos ini diakui oleh Gus Ipul menemui sejumlah catatan penting. Pertama, ia menemukan adanya kejadian gagal salur.
"Kenapa gagal salur? Karena ada beberapa nama yang belum cocok dengan NIK-nya. Nah ini diatasi sehingga yang 3 juta lebih (gagal salur) itu, menjadi sekitar 300 ribu," ungkapnya.
Catatan selanjutnya, ia mengatakan penggunaan DTSEN ini ditujukan untuk memenuhi perintah Prabowo terkait penyaluran bansos yang tepat sasaran. Adapun saat menggunakan DTSEN, ia menemukan adanya penerima yang telah merasakan manfaat bansos cukup lama, yakni 10-15 tahun.
Ke depannya, ia memastikan pemerintah bakal terus meng-update data penerima bansos dengan kondisi riil saat ini agar penyalurannya semakin tepat sasaran.
"Dari hasil evaluasi kita, kita ingin tahu profil penerima Bansos itu. Salah satunya melalui rekening-rekening yang pernah menerima bansos dari Kementerian Sosial," tuturnya.

