Haji 2025 Sukses tetapi Masih Ada PR Besar, Ini Catatan Penting DPD
DPD Apresiasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sultan B Najamudin mengapresiasi pelayanan dan penyelenggaraan ibadah haji 2025. Secara keseluruhan, penyelenggaraan ibadah haji cukup baik, meskipun Tim Pengawas Haji DPD menemukan beberapa catatan atau pekerjaan rumah (PR) yang biasa terjadi setiap musim, seperti akomodasi dan lambatnya layanan transportasi akibat kurangnya petugas haji.
"Alhamdulillah tahun ini Indonesia mendapatkan kuota ibadah haji paling tinggi di antara negara anggota OKI. Sebanyak 241.000 jemaah haji bukan jumlah yang kecil untuk di-manage di tengah penyesuaian sistem penyelenggaraan ibadah haji secara internasional dan dinamika global yang memanas," kata Sultan dalam keterangannya Selasa (1/7/2025).
Sultan mengatakan, banyaknya persoalan penyelenggaraan ibadah haji lebih disebabkan beberapa penyesuaian sistem haji. DPD secara kelembagaan mendorong agar UU terkait Haji dan Umrah segera direvisi dan disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan penyelenggaraan ibadah haji saat ini.
"Dengan keterbatasan petugas haji, kinerja Kementerian Agama sebagai penyelenggara Haji harus diapresiasi. Kami percaya dengan inovasi penyelenggaraan dan diplomasi yang baik, kuota haji Indonesia akan terus ditambah sehingga memperpendek masa tunggu masyarakat yang telah mendaftarkan diri untuk menunaikan ibadah haji," ujarnya.
Sultan mengusulkan agar ke depan pemerintah perlu memperbanyak petugas haji. Selain itu, syarat dan kemampuan calon jemaah haji secara medis dan usia harus diseleksi ketat, agar dapat menekan kasus kematian jemaah saat di tanah suci.
"Semua calon jemaah berhak diberangkatkan ke tanah suci, tetapi seleksi kesehatan dan usia mutlak dilakukan sehingga pemerintah secara tidak langsung dapat memperpendek masa tunggu haji bagi jemaah lainnya," ucap dia.

