Fokus di Ekosistem Haji dan Bulion, BSI Belum Garap Layanan Paylater
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI (BRIS) memastikan belum akan mengembangkan layanan beli sekarang bayar nanti atau buy now pay later (BNPL) di tahun ini. Sebab, fokus bisnis perseroan saat ini masih mengarah pada penguatan ekosistem berbasis nilai syariah, termasuk layanan haji dan bank emas (bulion bank).
”Paylater not in the picture so far, tidak ada di rencana,” ujar SEVP Digital Banking BSI Saut Parulian Saragih, usai konferensi pers BSI International Expo 2025, di Jakarta, Senin (23/6/2025).
Ia menegaskan bahwa arah pengembangan bisnis BSI ke depan tetap selaras dengan visi sebagai sahabat finansial, sosial, dan spiritual bagi masyarakat. Oleh karena itu, setiap upaya yang dilakukan diarahkan untuk mendukung nilai-nilai tersebut.
“Fokus kita kan sekarang sudah jelas, sahabat finansial, sosial, dan spiritual. Jadi kita semua bisnis kita fokus di situ, terutama bulion dan ekosistem haji,” kata Saut.
Baca Juga
BSI Bidik Total Transaksi Lebih dari Rp 2,4 Triliun di BSI International Expo 2025
Ketika ditanya lebih lanjut soal kemungkinan layanan paylater diluncurkan di tahun ini, ia menjawab singkat. “Setahu saya tidak ada,” ucapnya.
Tahun lalu, BSI dikabarkan tengah mengembangkan produk layanan keuangan berbasis digital tersebut, dan sedang berada dalam tahap pengajuan fitur terbaru ke regulator.
Sekadar informasi, industri perbankan semakin getol menyalurkan kredit melalui produk paylater, hal ini membuat segmen ini tumbuh signifikan seiring meningkatnya kebutuhan pinjaman masyarakat. OJK mencatat, utang masyarakat Indonesia pada BNPL perbankan mencapai Rp 22,78 triliun per Maret 2025, naik 32,18% secara year on year (yoy).
Baca Juga
Lewat BSI International Expo 2025, BSI Genjot Islamic Ecosystem dan Layanan Bullion Bank

