Profil Bahlil Lahadalia, Calon Menteri ESDM Kabinet Prabowo-Gibran
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menjadi kandidat kuat untuk mengisi posisi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di kabinet pemerintahan baru Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Bahlil merupakan salah satu tokoh yang dipanggil untuk datang ke kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Senin (14/10/2024) untuk menghadiri seleksi calon menteri.
“Saya tadi bertemu dengan Bapak Presiden Terpilih, Pak Prabowo. Saya kan sudah biasa bersilaturahmi dengan Pak Prabowo. Tadi kami diskusi saja. Membahas banyak hal menyangkut dengan urusan bagaimana kedaulatan terhadap sumber kekayaan kita,” kata Bahlil, Senin (14/10/2024).
Tidak hanya itu, Bahlil juga datang ke Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Rabu (16/10/2024), untuk mengikuti pembekalan. Hal itu dilakukannya sebelum dirinya menjalani Sidang Terbuka Promosi Doktor Pascasarjana Kajian Stratejik dan Global di Universitas Indonesia, Depok.
Baca Juga
Sowan ke Prabowo, Bahlil Sebut Berdiskusi soal Sumber Daya: Lanjut Menteri ESDM?
“Saya datang tadi di Hambalang setelah pengarahan dari Presiden Terpilih, Pak Prabowo, baru saya minta izin untuk melaksanakan (sidang terbuka di UI),” ujar Bahlil.
Saat ini Bahlil sejatinya telah menjabat sebagai Menteri ESDM. Dirinya ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengisi posisi tersebut menggantikan Arifin Tasrif pada 19 Agustus 2024.
Pria kelahiran Maluku Tengah, 7 Agustus 1976 tersebut diketahui pernah menjadi penjual kue dan kondektur bus saat masih remaja. Bahkan, dirinya juga sempat menjadi sopir angkot saat duduk di bangku SMA.
Setelah lulus S1 di STIE Port Numbay, dia bekerja di Sucofindo. Bersama teman-temannya, Bahlil kemudian mendirikan tiga perusahaan bernama PT Rifa Capital, PT Bersama Papua Unggul, dan PT Dwijati Sukses.
Baca Juga
Pertahankan Disertasi soal Hilirisasi Nikel, Bahlil Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cum Laude
Pada 2015-2019, Bahlil diberi mandat untuk menjadi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Indonesia (Hipmi). Setelah itu, dirinya ditunjuk oleh Presiden Jokowi untuk menjadi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal di tahun 2019.
Berselang dua tahun kemudian, tepatnya pada 28 April 2021, Bahlil dilantik sebagai Menteri Investasi. Masa jabatannya berlangsung hingga Agustus 2024 sampai dirinya dipindahtugaskan untuk menjadi Menteri ESDM.
"Secara pribadi saya mengucapkan terima kasih karena di zaman Bapak (Jokowi) memimpin bangsa ini, saya tiga kali dilantik oleh Bapak, saya dilantik pertama jadi Kepala BKPM, jadi jabatan saya di pemerintah bertahap juga, belum langsung menteri, masih Kepala BKPM, abis itu lantik kedua jadi Menteri Investasi dan habis itu pelantikan ketiga jadi Menteri ESDM," ucap Bahlil.
Selain itu, pada masa Pemerintahan Jokowi pula Bahlil dilantik menjadi Ketua Umum Partai Golkar, tepatnya pada 21 Agustus 2024. Bahlil menggantikan posisi Airlangga Hartarto.

