Gambaran Kabinet Prabowo: Menteri dari Parpol Diimbangi dengan Wamen dari Profesional
JAKARTA, investortrust.id - Presiden terpilih Prabowo Subianto telah memanggil 108 calon menteri, wakil menteri (wamen), dan kepala badan ke kediamannya di Hambalang, Jakarta. Sebanyak 49 calon menteri dipanggil Prabowo pada Senin (14/10/2024). Selanjutnya, pada Selasa (15/10/2024), sebanyak 59 calon wakil menteri (wamen) dipanggil Prabowo.
Para tokoh yang hadir di Kertanegara dalam dua hari tersebut dapat menjadi gambaran mengenai komposisi dan wajah kabinet pemerintahan Prabowo bersama wakil presiden (wapres) terpilih Gibran Rakabuming Raka.
Baca Juga
Didominasi Wajah Baru, Kabinet Prabowo Jaga Keberlanjutan dengan 25 Wajah Lama
Berdasarkan data tim riset investortrust.id, para calon menteri, wamen, dan kepala badan kabinet Prabowo-Gibran berasal dari beragam latar belakang, mulai dari partai politik, profesional, dan ormas keagamaan. Dengan latar belakang dari tiga kategori tersebut, dari 49 calon menteri yang hadir, sebanyak 28 tokoh atau 57% berasal dari partai politik. Kemudian, sebanyak 18 calon menteri atau 37% berasal dari profesional dan tiga tokoh atau 6% berasal dari ormas keagamaan.
Untuk calon wakil menteri (wamen), dari 59 tokoh yang hadir di Kertanegara, tokoh berlatar parpol dan profesional sama banyaknya, yakni 25 tokoh atau 42%. Sementara sisanya, yakni sembilan tokoh atau 16% berasal dari ormas keagamaan.
Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis (TPS) Agung Baskoro, mengatakan, calon menteri yang didominasi dari parpol diimbangi dengan kehadiran para calon wamen yang sebagian berasal dari profesional. Apalagi, Prabowo telah berulang kali menyatakan akan membentuk zaken kabinet.
"Saya melihat kalangan profesional di kabinet sebagai nafas zaken kabinet," kata Agung kepada investortrust.id, Rabu (16/10/2024).
Kehadiran tokoh dari kalangan profesional, katanya, akan menjaga ritme kerja kabinet Prabowo. Hal ini penting untuk menggerakkan roda kementerian yang memiliki perangkat birokrasi.
"Jadi bisa saling mengingatkan dan menjaga ritme kerja. Yang terpenting tugas pokok dan fungsinya jelas karena di bawah menteri, dan wakil menteri ada perangkat birokrasi," katanya.
Baca Juga
Gambarkan Keberlanjutan, 16 Menteri dan 9 Wamen Jokowi Masuk Kabinet Prabowo
Kabinet yang berorientasi kinerja telah dimulai Prabowo dengan menggelar pembekalan kepada para calon menteri, wamen, dan kepala badan di Hambalang hari ini, Rabu (16/10/2024). Pembekalan para calon menteri, wamen, dan kepala badan ini akan berlangsung hingga Kamis (17/10/2024) besok.
"Itu semua sudah dimulai Prabowo pagi ini," katanya.
Komposisi kabinet Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka juga didominasi wajah baru. Meski demikian, kabinet Prabowo tetap menjaga keberlanjutan program pemerintahan dengan mengajak 16 menteri dan sembilan wakil menteri (wamen) kabinet pemerintahan Jokowi dan Ma'ruf Amin.
Jumlah menteri Jokowi yang bergabung dengan kabinet Prabowo itu sekitar 33% dari 49 calon menteri yang hadir di Jalan Kertanegara, Jakarta, Senin (14/10/2024). Sementara sebanyak 33 calon menteri lainnya atau 67% merupakan wajah baru.
Diketahui, Kabinet Indonesia Maju yang dipimpin Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin terdiri dari empat menko, 30 menteri bidang, dan empat pimpinan lembaga pemerintahan non-kementerian. Jokowi juga memiliki 17 wamen. Dengan demikian, nyaris separuh Kabinet Indonesia Maju melanjutkan tugasnya di pemerintahan Prabowo Subianto yang saat ini masih menjabat sebagai menteri pertahanan (menhan).
kehadiran 16 menteri dan sembilan wakil menteri Jokowi menunjukkan isu keberlanjutan tidak hanya sebatas narasi yang digaungkan Prabowo saat masa kampanye Pilpres 2024 lalu. Prabowo benar-benar mewujudkan hal itu dalam komposisi kabinetnya.
Apalagi, Prabowo telah berulang kali menyatakan akan mengajak sejumlah menteri Jokowi untuk bergabung di kabinetnya mendatang.
"Keberlanjutan bukan narasi saat kampanye saja, tetapi berwujud melalui tim sinkronisasi dan bagaimana Prabowo spill saat Rapimnas Gerinda. Kabinet ini bagian konkret dari narasi keberlanjutan," kata Agung.
Baca Juga
Selain itu, Agung mengatakan, Prabowo telah bekerja sama dengan seluruh menteri Jokowi selama lima tahun terakhir. Untuk itu, Ketua Umum Partai Gerindra tersebut sudah mengetahui kinerja masing-masing anggota Kabinet Indonesia Maju.
"Ini juga berdasakan pengalaman teknokratis Pak Prabowo bersama mereka selama satu periode. Prabowo tahu kinerja mereka," katanya.

