Gambarkan Keberlanjutan, 16 Menteri dan 9 Wamen Jokowi Masuk Kabinet Prabowo
JAKARTA, investortrust.id - Gambaran mengenai wajah kabinet pemerintahan presiden dan wakil presiden (wapres) terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Hal ini setelah Prabowo memanggil para calon menteri, wakil menteri (wamen), dan kepala badan ke kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta.
Prabowo secara total telah memanggil 108 calon menteri, wamen, dan kepala badan untuk datang ke Kertanegara sejak Senin (14/10/2024) hingga Selasa (15/10/2024). Para calon menteri, wamen, dan kepala badan di kabinet pemerintahan Prabowo itu berasal dari beragam latar belakang.
Baca Juga
Ferry Juliantono Diminta Perkuat Peran Koperasi pada Pemerintahan Prabowo
Mulai dari politisi, pejabat kementerian, profesional, akademisi, ormas keagamaan, hingga figur publik, dan pendakwah. Dari pemanggilan tersebut, kabinet Prabowo ke depan diproyeksi akan berisi kombinasi wajah lama dan baru. Hal ini menunjukkan kabinet Prabowo akan melanjutkan program-program pemerintahan Presiden Joko Jokowi (Jokowi) sekaligus menjalankan program-program yang menjadi janji kampanye Prabowo dan wapres terpilih Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024 lalu.
Berdasarkan catatan investortrust.id, terdapat 16 menteri dan sembilan wakil menteri (wamen) kabinet Jokowi yang dipanggil oleh Prabowo ke kediamannya. Seusai dipanggil dan berdiskusi Prabowo, beberapa menteri mengungkap tugas yang akan diembannya.
Menteri Keuangan Sri Mulyani misalnya, mengungkapkan akan kembali menjabat sebagai menteri keuangan. Sebelum melakukan pertemuan terbatas dengan Prabowo di Kertanegara, Sri Mulyani mengaku telah beberapa kali berdiskusi dengan presiden terpilih. Dia menyebut diskusinya bersama Prabowo berkutat pada persoalan APBN tahun 2025.
"Kita diskusi cukup lama dan panjang ya selama ini. Oleh karena itu pada saat pembentukan kabinet, beliau meminta saya untuk menjadi menteri keuangan kembali," ungkap Sri Mulyani di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta, Senin (14/10/2024).
Baca Juga
Ikuti Pembekalan, 59 Calon Menteri Prabowo Datang ke Hambalang Sejak Jam 6 Pagi
Wamenkeu Suhasil Nazara dan Thomas Djiwandono juga mengungkapkan akan kembali melanjutkan tugasnya di posisi yang sama. Thomas mengaku ditugaskan untuk menjaga keuangan negara guna mendorong agenda-agenda pembangunan dan memperkuat iklim investasi itu. Selain itu, dia menyebut wamenkeu akan bertambah satu dengan kehadiran ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Abimanyu.
"Kami ini trio diberi tugas untuk membantu dari tugas menkeu, tadi pesannya sudah cukup banyak salah satunya adalah optimalisasi penerimaan negara," kata Thomas di Kertanegara, Selasa (15/10/2024).
Sementara, sebagian besar dari para menteri dan wamen ini tak menjawab secara gamblang menyebut posisi yang ditugaskan Prabowo kepada mereka. Namun, mereka mengungkap materi diskusi dengan Prabowo. Dari materi diskusi itu dapat tergambar posisi yang akan ditempati mereka. Sebagian besar para menteri dan wamen Jokowi diprediksi akan kembali menduduki jabatan yang sama pada pemerintahan Prabowo-Gibran periode 2024-2029.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia misalnya mengaku berdiskusi dengan Prabowo mengenai sumber daya kekayaan nasional. Bahlil pun tak membantah akan kembali bertugas sebagai menteri ESDM di pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Tidak jauh-jauh dari apa yang sudah saya lakukan selama hampir 5 tahun ini," kata Bahlil di Kertanegara.
Demikian juga dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang mengaku diajak berdiskusi oleh Prabowo mengenai isu kesehatan.
"Siang hari dikasih tahu suruh datang sekitar jam 7 (malam), jadi sayang datang tadi kemudian diajak bicara sama beliau (Prabowo) mengenai masalah kesehatan," kata Budi Gunadi di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara.
Baca Juga
Budi Gunawan Hadiri Pembekalan Calon Menteri dan Wamen Prabowo di Hambalang
Berikut Daftar 16 Menteri dan Wamen Jokowi yang Masuk Kabinet Prabowo:
1. Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul,
2. Menteri ATR/BPN, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
3. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian,
4. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia,
5. Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang,
6. Menteri Sekretaris Negara, Pratikno,
7. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono,
8. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman,
9. Menteri BUMN, Erick Thohir,
10. Menpora, Dito Ariotedjo,
11. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin,
12. Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto,
13. Menteri Keuangan, Sri Mulyani,
14. Menteri Hukum dan HAM, Supratman Andi Agtas,
15. Menteri Investasi/BKPM, Rosan Roeslani, dan
16. Menkominfo, Budi Arie Setiadi.
Berikut Daftar 9 Wamen Jokowi yang Melanjutkan Tugasnya di Kabinet Prabowo:
1. Wamen Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Raja Juli Antoni,
2. Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) M Herindra,
3. Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo,
4. Wamenkominfo, Angga Raka Prabowo,
5. Wamen Investasi, Yuliot Tanjung,
6. Wamenkominfo, Nezar Patria,
7. Wamenaker, Afriansyah Noor,
8. Wamenkeu, Thomas Djiwandono, dan
9. Wamenkeu, Suahaisil Nazara.
Diketahui, Kabinet Indonesia Maju yang dipimpin Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin terdiri dari empat menko, 30 menteri bidang, dan empat pimpinan lembaga pemerintahan non-kementerian. Jokowi juga memiliki 17 wamen. Dengan demikian, nyaris separuh Kabinet Indonesia Maju melanjutkan tugasnya di pemerintahan Prabowo Subianto yang saat ini masih menjabat sebagai menteri pertahanan (menhan).
Tak hanya menteri dan wamen, terdapat sejumlah pejabat kementerian yang masuk kabinet Prabowo-Gibran. Beberapa di antaranya, Sekjen Menteri Perdagangan, Budi Santoso, Sekjen Kementerian PUPR, Raden Dodi Priyono, Dirjen Planologi KLHK, Hanif Faisol Nurofiq, Plt Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenhan Donny Ermawan Taufanto, Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Diana Kusumastuti, dan Dirjen Imigrasi Kemenkumham, Silmy Karim.
Baca Juga
Anindya Bakrie Apresiasi Kombinasi Wajah Lama dan Baru Calon Menteri Prabowo
Di sisi lain, banyak juga wajah-wajah baru yang hadir di Kertanegara. Kombinasi wajah lama dan baru ini memberikan keseimbangan pada keberlanjutan dan sekaligus memberikan nuansa baru pada pemerintahan Prabowo-Gibran.

