Ditanya Bocoran Kementerian Baru, Menko Airlangga: Bendungan Kuat Jadi Enggak Bocor
JAKARTA, investortrust.id - Jelang transisi pemerintahan pada 20 Oktober 2024, beredar kabar mengenai adanya kementerian bary yang akan menjadi motor pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto belum mau banyak berkomentar mengenai bocoran jumlah kementerian di kabinet Prabowo-Gibran. Airlangga pun menganalogikan dirinya sebagai bendungan.
“Alhamdulillah, bendungan kuat jadi tidak bocor,” kata Airlangga berseloroh, saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (20/9/2024).
Baca Juga
PKS dan PKB Kompak Sebut Belum Bicara Kursi Menteri dengan Prabowo
Sejauh ini, ruang fiskal untuk anggaran kementerian/lembaga (K/L) baru telah disiapkan pemerintah dan DPR. Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah menyatakan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2025 membuka ruang bagi K/L baru yang akan dibentuk Prabowo-Gibran.
“Dalam rangka memberikan dukungan anggaran komposisi kabinet baru, Banggar dan pemerintah saat ini sepakat memberikan keleluasaan anggaran, relokasi anggaran, bagi anggaran K/L baru, sebab hal itu kewenangan konstitusional presiden dan wapres terpilih untuk menyusun jumlah K/L dalam pemerintahannya,” kata Said, dalam Sidang Paripurna DPR RI ke-7 Masa Persidangan I tahun Sidang 2024-2025, di gedung DPR, Jakarta, Kamis (19/9/2024).
Selain telah menyiapkan anggaran untuk K/L baru, Said mengatakan Banggar juga telah menyetujui anggaran untuk program quick wins presiden terpilih. Dia berharap program itu dapat mempercepat peningkatan kualitas SDM yang masih tertinggal dibanding negara peers.
“Ini juga diharapkan menjawab kebutuhan pasar tenaga kerja yang kian kompetitif,” kata dia.
Said mengatakan Banggar menyetujui anggaran untuk quick win program Prabowo. Beberapa di antaranya program makan bergizi gratis (MBG) dengan alokasi anggaran Rp 71 triliun, program pemeriksaan kesehatan gratis untuk pemeriksaan tensi, gula darah, foto ronsen, dan screening penyakit katastropis dengan dukungan anggaran Rp 3,2 triliun.
Baca Juga
Surya Paloh Minta Prabowo Tak Prioritaskan Jatah Menteri Nasdem
Banggar juga menyetujui program pembangunan rumah sakit lengkap berkualitas di daerah dengan meningkatkan RS daerah dari tipe D ke tipe C, serta sarana dan prasarana serta alat kesehatan dengan anggaran Rp 1,8 triliun. Renovasi sekolah mencakup ruang kelas, MCK, mebeler sebanyak 22 ribu sekolah dengan nilai alokasi anggaran Rp 20 triliun.
“Membangun sekolah unggulan terintegrasi dengan anggaran Rp 4 triliun dan membangun lumbung pangan nasional daerah dan desa dengan intensifikasi lahan pertanian seluas 80 ribu hektare, dan cetak sawah baru 150 ribu Ha, serta dukungan sarpras pendukung dengan anggaran Rp 15 triliun,” kata dia.

