Soal Update PDNS 2, Menkominfo: Di Luar Negeri Enggak Ada yang Di-Hack Ditanya Penanganannya
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menyatakan pemerintah masih fokus melakukan pemulihan layanan publik yang terdampak serangan ransomware ke Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2.
“Pokoknya kami fokus pada pemulihan, itu saja,” katanya ketika ditanya perkembangan penanganan PDNS 2 sebelum menaiki lift di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Jakarta Pusat, Kamis (25/7/2024).
Pada kesempatan yang berbeda, ketika ditanya mengenai perkembangan penanganan PDNS 2, Budi Arie menyebut sepatutnya pemerintah tidak memberikan informasi terkait upaya tersebut ke publik.
“Di dunia ini ga ada orang kena hack ditanya sama wartawan "pak kapan pak" ga ada. Karena harus silent (diam), beresinnya mesti silent,” ucapnya dalam konferensi pers yang digelar di Press Room Kemenkominfo pada Kamis (25/7/2024).
Baca Juga
Soal Peretasan PDNS 2, PUPR: Data yang Hilang Lebih Mahal dari Uang
Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (Projo) itu tidak mengungkapkan berapa jumlah layanan publik yang sudah dipulihkan setelah serangan ransomware ke PDNS 2. Seperti diketahui, layanan publik dari 282 instansi pemerintah di tingkat pusat maupun daerah lumpuh akibat insiden tersebut.
“Ini lembaga sama layanannya sudah pulih. Kita harapkan tiga bulan ini beres,” katanya.
Budi Arie juga memastikan tidak ada data yang hilang akibat serangan ransomware ke PDNS 2. Dia juga menyebut penanganan insiden tersebut saat ini menjadi tanggung jawab dari Hokky Situngkir, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kemenkominfo yang baru dilantik pekan lalu menggantikan Semuel Abrijani Pangerapan.
Semuel atau Semmy mengundurkan diri dari jabatannya pada Kamis (4/7/2024). Dia menyatakan bahwa pengunduran dirinya merupakan bentuk tanggung jawab atas serangan ransomware terhadap PDNS 2.
Baca Juga
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto menyatakan 86 layanan publik yang terdampak serangan ransomware ke PDNS 2 sudah berhasil dipulihkan.
Hadi menyebut layanan publik yang berhasil dipulihkan berasal dari 16 instansi pemerintah. Pemulihan layanan publik tersebut dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), PT Telkom Indonesia Tbk, dan instansi pemerintah pengguna pusat data tersebut.
“Per 12 Juli (2024), pukul 17.30 WIB, tercatat 86 layanan dari 16 kementerian, lembaga dan pemerintah daerah telah go live (pulih),” ujar Hadi melalui keterangan resminya pada Senin (15/7/2024).
Hadi menjelaskan beberapa layanan publik yang berhasil dipulihkan selain dalam bentuk layanan perizinan juga berupa layanan informasi dalam bentuk portal. “Termasuk layanan beasiswa yang dikelola Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi,” ujarnya.
Mantan Panglima TNI itu menyatakan saat ini tim terus melakukan upaya pemulihan layanan publik dengan secepat-cepatnya dengan tetap memperhatikan aspek kehati-hatian. Proses pemulihan layanan terbagi dalam tiga zona tahapan berdasarkan teknik penanganan data.

