Jokowi Sampaikan Dukacita atas Wafatnya Ekonom Faisal Basri
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan dukacita atas wafatnya ekonom sekaligus politikus, Faisal Basri. Ucapan belasungkawa tersebut disampaikan Jokowi seusai meresmikan Flyover Djuanda di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), Jumat (6/9/2024).
“Innalillahi wa innailaihi rojiun. Saya dan seluruh warga masyarakat Indonesia menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya, wafatnya Bapak Faisal Basri,” kata Jokowi.
Baca Juga
Didik J Rachbini Kenang Faisal Basri Sebagai Sosok Idealis dan Berani
Presiden Jokowi mengenang Faisal Basri sebagai seorang ekonom yang kritis terhadap kebijakan pemerintah. Almarhum juga dikenang sebagai sosok yang detail dalam menyampaikan pandangannya melalui data-data lapangan yang didapatnya.
“Beliau adalah seorang ekonom yang kritis, detail dalam menyampaikan data-data lapangan dan juga bisa mengoreksi kebijakan-kebijakan pemerintah yang kurang baik. Saya kira itu hal yang sangat bagus,” lanjutnya.
Diberitakan, ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Faisal Batubara atau yang dikenal sebagai Faisal Basri meninggal dunia, Kamis (5/9/2024). Faisal Basri meninggal dunia pada usia 65 tahun di RS Mayapada, Kuningan, Jakarta sekitar pukul 03.50 WIB.
Almarhum meninggalkan istri Syahfitri Nasution dan tiga anak, yaitu Anwar Ibrahim Basir, Siti Nabila Azuraa Basri, dan Mohamad Atar Basri.
Faisal Basri dikenal sebagai ekonom yang kerap melontarkan kritik kepada pemerintah. Alumnus Universitas Indonesia (UI) ini mengajar untuk sejumlah mata kuliah di program sarjana dan pascasarjana UI.
Selain di bidang ekonomi, Faisal yang meraih penghargaan Pejuang AntiKorupsi 2003 ini juga aktif di bidang politik.
Baca Juga
Menelisik “Ramalan” Faisal Basri soal Kelas Menengah Indonesia
Faisal merupakan salah satu pendiri Majelis Amanah Rakyat (Mara) yang menjadi cikal bakal Partai Amanat Nasional (PAN) dan menjadi Sekjen PAN periode 1998-2000. Faisal Basri pernah mengikuti Pilkada DKI pada 2012 lalu
.Menggandeng anak tokoh Betawi Benyamin Sueb, Biem Benyamin, Faisal Basri maju dari jalur independen atau perseorangan. Namun, pasangan Faisal-Biem kalah dari bakal cagub-cawagub yang diusung PDIP dan Gerindra saat itu, Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

