Mau Jadi Negara Maju? RI Wajib Ciptakan 3-4 Juta Lapangan Kerja per Tahun
JAKARTA, investortrust.id - Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Perekenomian, Raden Pardede menyebutkan, untuk mengejar target status negara maju di 2045 maka dibutuhkan pertumbuhan PDB di atas 7%. Namun, untuk bisa mewujudkan hal tersebut, ada sejumlah tantangan yang mesti dihadapi.
Raden memaparkan, salah satu tantangan yang sangat jelas adalah terkait dengan penciptaan lapangan kerja baru. Menurutnya, Indonesia harus bisa menciptakan lapangan kerja yang banyak, mengingat penduduk Indonesia sangat besar jumlahnya, yakni mencapai 275,5 juta jiwa. Setidaknya, kata Raden Pardede, Indonesia harus mampu menciptkan 3 juta hingga 4 juta lapangan kerja baru setiap tahun.
Baca Juga
“Kita harus menciptakan lapangan kerja yang banyak, sekitar 3-4 juta lapangan kerja baru setiap tahun,” kata Raden dalam Investortrust CEO Forum di Ayana Midplaza, Jakarta, Kamis (29/8/2024).
Jika pertumbuhan PDB Indonesia ingin berada di angka 7%, Raden menyebutkan bahwa negara perlu mencapai US$ 30.000 per kapita. Untuk itu, kehadiran kelas menengah atau middle class menjadi sangat penting di sini.
Raden menerangkan, dibutuhkan 80% kelas menengah pada 2045 mendatang untuk bisa mewujudkan target ini. Sedangkan sekarang, kelas menengah Indonesia baru berada di angka 20%.
“Persoalannya di kelas menengah, kelas menengah itu sebetulnya menurut saya pilarnya itu sektor manufaktur dan formal sector, yang produktivitasnya relatif tinggi. Persoalannya akhir-akhir ini harus kita akui sektor manufaktur ini agak tertekan, tertinggal, termasuk akibat dari China dan macam-macam,” jelas dia.
Lebih lanjut Raden menyoroti, penciptaan lapangan kerja di Indonesia akhir-akhir ini lebih ke arah sektor informal dan sektor yang kurang produktif. Sebagai contoh, dia menyebut banyak masyarakat yang saat ini bekerja sebagai ojek online (ojol).
“Saya tidak meng-undermine saudara-saudara kita yang bekerja di ojol, tapi itulah penciptaan lapangan kerja yang lebih banyak sekarang itu adalah sektor service, tetapi service yang relatif produktivitasnya rendah. Yang kita inginkan adalah sektor formal itu di manufaktur. Ini yang perlu menjadi motor perekonomian ke depan. Itulah jawabannya sebetulnya,” sebut Raden.
Baca Juga
Menurutnya, kalau Indonesia ingin bertumbuh dan menjadi negara maju, dengan pendapatan per kapita US$ 30.000, maka seluruh pekerja Indonesia tidak bisa lagi dengan pendapatan per kapita US$ 3.000 atau US$ 5.000.
“Karena kalau kelas menengahnya 80%, bayangkan 80% penduduk Indonesia dengan income per kapita di US$ 30.000, maka mesin ekonomi di dalam negerinya akan bergerak sendiri, karena dia punya daya beli yang sangat kuat sekali membeli barang-barang kita, maka produksi kita pun akan bisa meningkat, dan itulah yang akan memutar ekonomi ke seluruhannya,” papar Raden.

