Prabowo Ingatkan Menkumham Supratman Andi Agtas Hindari Perbuatan Tercela
JAKARTA, investortrust.id - Presiden terpilih Prabowo Subianto mengingatkan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Supratman Andi Agtas untuk menghindari perbuatan tercela. Pesan itu disampaikan Prabowo kepada Supratman sebelum dilantik sebagai menkumham oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/8/2024).
"Tadi pagi kami juga telah bertemu dengan Bapak Prabowo, presiden terpilih, beliau memesankan kepada kami untuk menjaga republik ini, jangan melakukan segala sesuatu yang perbuatan tercela, dan insyaallah itu akan menjadi tugas yang akan kami jalankan," kata Supratman seusai pelantikan.
Baca Juga
Kepala Badan Gizi Nasional: Program Makan Siang Gratis Mulai 2 Januari 2025
Supratman merupakan politikus Partai Gerindra yang dilantik Jokowi menggantikan Yasonna H Laoly. Sebelum dilantik, Supratman sowan ke Prabowo yang merupakan ketua umum sekaligus ketua dewan pembina Partai Gerindra.
"Saya sebagai kader Gerindra tentu wajib untuk sowan kepada beliau meminta izin, doa restu, dan tadi pagi kami diterima dan beliau hanya memesan itu kepada kami," katanya.
Terkait dengan langkahnya di Kemenkumham, Supratman belum dapat berbicara banyak. Mantan Ketua Baleg DPR itu hanya memastikan tidak akan merombak program-program di Kemenkumham yang sudah berjalan baik.
"Ini kan ada sebuah birokrasi ya, jadi apa yang baik tetap kita lanjutkan, yang tidak baik kita sempurnakan," katanya.
Baca Juga
Jadi Menkumham. Supratman Andi Agtas Ungkap Tugas Khusus dari Jokowi
Pelantikan Supratman sebagai menkumham dituding kental dengan nuansa politik. Hal ini mengingat Supratman merupakan kader Partai Gerindra, sementara Yasonna yang digantikannya adalah politikus PDIP. Supratman menekankan, pengangkatan dan pemberhentian menteri merupakan prerogatif Jokowi sebagai presiden. Untuk itu, Supratman tidak melhatnya adanya persoalan politik. Bahkan, Supratman mengaku hubungannya dengan Yasonna berjalan baik.
"Saya berteman baik dengan Pak Yasonna dan semalam kami juga kontak dan saya sampaikan bahwa tentu tidak mungkin seketika semua kita ubah dan lain sebagainya. Intinya adalah semua program-program yang baik yang telah dilakukan oleh menteri sebelumnya menjadi kewajiban kami untuk menyempurnakan itu dan melanjutkan," katanya.

