Siapa Supratman Andi Agtas yang Santer Bakal Gantikan Yasonna Laoly?
JAKARTA, Investortrust.id - Nama politisi Partai Gerindra Supratman Andi Agtas belakangan kerap mengemuka di media sosial, hingga pemberitaan. Pasalnya Supratman dalam beberapa pekan terakhir santer telah digadang-gadang Partai Gerindra untuk mengisi pos Menteri Hukum dan HAM, untuk menggantikan Yasonna Laoly. Yasonna sangat santer diberitakan bakal menjadi salah satu jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju yang mengalami reshuffle.
Jadi siapa Supratman Andi Atgas? Pria kelahiran Tajuncu, Sulawesi Tengah 28 September limapuluh empat tahun silam ini sejatinya punya kiprah cukup mentereng di parlemen periode 2019-2024. Pada periode tersebut Supratman didapuk sebagai Ketua Badan Legislasi DPR RI, yang merupakan jabatan di periode keduanya.
Sekadar informasi saja, salah satu tugas strategis Baleg DPR adalah menyusun rancangan program legislasi nasional. Pada periode lalu ia dibantu oleh empat orang unsur wakil ketua, yakni Rieke Dyah Pitaloka dari Fraksi PDIP, Willy Aditya dari Fraksi Partai NasDem, Ibnu Multazam dari Fraksi PKB, serta Achmad Baidowi dari Fraksi PPP.
Baca Juga
Supratman juga punya jejak sebagai pengusaha. Ia pernah dipercaya menjadi ketua DPD REI (Real Estate Indonesia) Sulawesi Tengah pada periode 2004 hingga 2010. Di industri pertambangan, khususnya batu bara, ia juga cukup punya nama. Sehingga pada tahun 2012–2014 ia dipercaya menjadi Ketua Asosiasi Pertambangan Indonesia
Pada kurun waktu yang sama, ia juga tercatat sebagai akademisi. Periode tahun 2005–2012, ia merupakan salah satu dosen di Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah. Selama dua tahun sejak 2010, ia juga sempat menjalani profesi sebagai seorang pengacara. Barulah pada tahun 2014 ia fokus di parlemen, setelah berhasil mendulang suara yang cukup besar di daerah pemilihannya, Sulawesi Tengah.
Sementara itu, Yasonna Laoly yang menjadi predesessor Supratman jika ia benar dilantik esok, 19 Agustus 2024, menyatakan siap jika memang ia harus di-reshuffle, dan digantikan oleh sosok yang dipilih oleh Presiden Joko Widodo.
“Isu reshuffle adalah kewenangan sepenuhnya Presiden Indonesia. Am I ready or not? I am more than ready (apa aku siap atau tidak? Aku sudah sangat siap),” kata Yasonna, Sabtu (17/8/2024).

