WFH ASN Diperpanjang, Qodari Optimistis Birokrasi Pemerintah Lebih Modern dan Efisien
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah memperpanjang kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) sehari dalam sepekan mulai Agustus 2026. Kebijakan yang telah diberlakukan sejak 1 April 2026 lalu tersebut bertujuan mentransformasikan budaya kerja sekaligus mendukung upaya penghematan energi.
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Muhammad Qodari berharap perpanjangan kebijakan WFH ASN tiap hari Jumat itu dapat menjadi pendorong utama terwujudnya birokrasi pemerintahan yang lebih modern. Dijelaskan, kebijakan WFH bagi ASN selama ini telah menjadi katalis penting bagi digitalisasi pemerintahan. Hal tersebut diharapkan mampu mendukung birokrasi yang lebih efisien serta mampu menjawab kebutuhan zaman.
"Melalui pendekatan yang adaptif dan berbasis evaluasi, pemerintah optimistis budaya kerja baru ini akan menghasilkan birokrasi yang lebih modern, lincah, efisien," ujar Qodari dalam keterangannya dikutip Selasa (4/8/2026).
Baca Juga
Sukses Turunkan Konsumsi BBM, Pemerintah akan Lanjutkan Kebijakan WFH
Qodari menjelaskan keputusan memperpanjang WFH ASN didasarkan pada hasil evaluasi selama dua bulan terakhir. Dikatakan, pemerintah melihat dampak positif dari kebijakan tersebut.
Menurutnya, sejak awal kebijakan tersebut bukan sekadar mengubah lokasi bekerja, melainkan membangun budaya kerja yang lebih adaptif dan tetap berorientasi pada hasil. Orientasi pada hasil tersebut tercermin dari penilaian kapabilitas kelembagaan pada instansi pemerintah, sedangkan kinerja pegawai ASN diukur melalui sasaran kinerja pegawai (SKP).
Selain itu, kebijakan WFH ASN ini juga mempercepat digitalisasi birokrasi sehingga pelayanan publik dapat berlangsung lebih efisien dan efektif tanpa mengurangi kualitas.
Dengan demikian, Qodari mengatakan kebijakan ini menjadi bagian penting dari upaya reformasi birokrasi sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk terus melakukan penghematan energi.
"Keputusan tersebut diambil karena kebijakan ini merupakan bagian penting dari pelaksanaan reformasi birokrasi agar tata kelola pemerintahan semakin dinamis dan mampu menjawab kebutuhan perubahan yang terjadi sangat cepat di lingkungan strategis nasional, regional dan global," katanya.
Meski demikian, Qodari menegaskan kebijakan WFH ASN tersebut tidak serta-merta mengurangi komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dikatakan, unit-unit yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, seperti mal pelayanan publik, layanan kesehatan, pendidikan, kependudukan, dan perizinan, tetap beroperasi secara penuh setiap hari kerja.
Baca Juga
Pemerintah Perpanjang Kebijakan WFH ASN Tiap Jumat untuk 2 Bulan ke Depan
Selain itu, untuk mendukung gerakan budaya kerja baru, pemerintah juga berkomitmen mengendalikan perjalanan dinas secara lebih selektif serta meningkatkan penggunaan transportasi umum sebagai pilihan yang lebih hemat, ramah lingkungan, dan bertanggung jawab dalam penggunaan anggaran negara.
"Karena itu, pemerintah akan terus memantau pelaksanaan gerakan budaya kerja baru secara berkala berdasarkan indikator kinerja, kualitas pelayanan publik, dan efektivitas organisasi," katanya.

