Menko AHY Ungkap Normalisasi Kali Ciliwung Sudah Tembus 17 Km
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan normalisasi Sungai Ciliwung terus dikebut. Saat ini, normalisasi Sungai Ciliwung telah mencapai 17 kilometer (km) atau 52% dari total target penanganan sepanjang 33 km.
“Saat ini sedang dilakukan pembangunan dan revitalisasi termasuk normalisasi sungai, kurang lebih 33 km, yang sudah dilakukan 17 km atau 52%. Sisanya 16 km,” kata AHY di Inlet Sodetan Kali Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (7/5/2026).
Baca Juga
Pembangunan Tanggul Kali Ciliwung 16 Km Butuh Anggaran Rp 1,2 Triliun
AHY menjelaskan, Sungai Ciliwung memiliki panjang total sekitar 109 km dengan daerah aliran sungai (DAS) mencapai 521 kilometer persegi (km2) yang membentang dari kawasan hulu hingga hilir.
Menurut AHY, masih terdapat sejumlah titik rawan banjir yang memerlukan percepatan penanganan, termasuk pembangunan tanggul setinggi hingga 5 meter.
“Ini harus kita segera lakukan normalisasi pembangunan tanggul kurang lebih tingginya 4 hingga 5 meter,” ujarnya.
AHY membeberkan sejumlah tantangan dalam normalisasi Kali Ciliwung. Tantangan utamanya adalah persoalan pembebasan lahan dan keberadaan bangunan di sempadan sungai yang menyebabkan penyempitan aliran air.
“Tadi lebarnya kurang lebih itu 15-25 meter, padahal itu hanya menampung kurang lebih 200 meter kubik per detik. Ini kalau 35-50 meter lebarnya bisa menampung 570 meter kubik per detik, (harus) kita lebarkan,” jelas AHY.
Ia juga menekankan pentingnya pengerukan rutin untuk mencegah pendangkalan atau sedimentasi sungai yang terjadi setiap tahun.
“Karena kalau Jakarta tadi penjelasannya setiap tahun itu harus terus dilakukan normalisasi, menghindari pendangkalan 20 cm, pendangkalan 50 cm, itu harus dilakukan terus pengerukan,” ungkap AHY.
Baca Juga
Proyek Tanggul Ciliwung Dipacu, Kementerian PU Pastikan Tak Tunggu Lahan Tuntas
Selain pembangunan fisik, AHY meminta masyarakat ikut menjaga kebersihan sungai dan tidak membuang sampah sembarangan agar aliran air tidak tersumbat saat debit meningkat.
“Kalau asal buang sampah sudah pasti akan terjadi kebuntuan. Mau dibuat sodetan-sodetan sebanyak apa pun, kita sulit untuk mengalirkan air yang deras,” tegas AHY.

