Wamen Diana Ungkap Alasan Normalisasi Sungai Ciliwung Molor 2 Tahun
JAKARTA, investortrust.id – Kabinet Merah Putih menetapkan target baru penyelesaian normalisasi Sungai Ciliwung yang mencakup pembangunan tanggul, selesai pada tahun 2026. Padahal di era Kepresidenan Joko Widodo (Jokowi), ditargetkan proyek tersebut rampung pada akhir tahun 2024.
Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti mengatakan molornya normalisasi Cililwung disebabkan adaya revisi data yang harus disesuaikan dengan kondisi saat ini. “Kalau itu mungkin kita harus melakukan revisi lagi ya, dengan kondisi yang sekarang ini, ada banjir dan sebagainya,” katanya saat ditemui di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Senin (17/3/2025).
“Mungkin dicocokkan lagi dengan data-data yang ada. Yang dulunya mungkin dipakai untuk apa, harusnya sekarang enggak boleh. Nah, ini harus dicek kembali,” sambung Diana.
Terpisah, Sekretaris Jenderal Kementerian PU Zainal Fatah, mengatakan bahwa salah satu hambatan normalisasi adalah pembebasan lahan. “Pembebasan lahan itu sulit. Kalau murah atau mahal itu relatif ya,” ungkapnya.
Sebagai informasi, Presiden ke-7 RI Jokowi, menargetkan normalisasi Sungai Ciliwung rampung pada akhir tahun 2024.
Baca Juga
Pemerintah Siapkan Rp 5 Triliun Bangun Tanggul Kali Bekasi dan Ciliwung
“Saya berikan target tadi, dalam dua tahun artinya akhir 2024, yang 17 kilometer itu, insyaallah, selesai sehingga normalisasi sungai Ciliwung betul-betul rampung," ujar Jokowi saat meninjau pengerjaan normalisasi Sungai Ciliwung, di Jalan Inspeksi Ciliwung, Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (21/2/2023) silam.
Namun, hingga Kabinet Indonesia Maju berakhir, normalisasi Sungai Ciliwung belum juga rampung. Banjir yang terus melanda kawasan Jakarta akibat meluapnya air sungai terus menjadi sorotan publik.
Kemudian, pemerintah saat ini membuat target baru penyelesaian normalisasi Sungai Ciliwung, yakni rampung pada 2026.
Hal ini disampaikan oleh Menteri PU Dody Hanggodo dalam rapat koordinasi bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid serta Gubernur Jakarta Pramono Anung di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jakarta, pada Kamis (13/3/2025).
“Fokus utama kita adalah percepatan pembebasan lahan sehingga pengerjaan bisa dilakukan bertahap mulai tahun ini hingga tahun depan,” kata Dody.
Total panjang proyek normalisasi Sungai Ciliwung adalah 33,69 km yang saat ini telah selesai sepanjang 17,14 km. Sehingga sisa pekerjaan adalah sepanjang 16,55 km.
“Kami membutuhkan total lahan seluas 35,94 hektare dengan jumlah bidang sebanyak 5.353 bidang. Ini menjadi prioritas kami dalam waktu dekat,” ucap Dody.
Sementara Nusron menambahkan, lahan yang akan dibebaskan memiliki luas 11 hektare dengan panjang 16 km yang berlokasi di sepanjang Sungai Ciliwung, khususnya di segmen antara Pengadegan hingga Rawajati.
“Kami sudah menyusun time frame untuk pengadaan tanahnya. Setelah penetapan lokasi pada Maret 2025, kami targetkan pembebasan lahan selesai pada akhir Mei 2025. Dengan begitu, pembangunan fisik bisa segera dimulai pada Juli 2025,” pungkasnya.

