Pembangunan Tanggul Kali Ciliwung 16 Km Butuh Anggaran Rp 1,2 Triliun
Poin Penting
| ● | BBWS Ciliwung Cisadane menyebut pembangunan tanggul 16 kilometer membutuhkan anggaran Rp 1,2 triliun. |
| ● | Tahap awal konstruksi ditargetkan mulai Januari 2026 dengan paket pekerjaan Rp 35 miliar. |
| ● | Dua paket lanjutan memakai skema multiyears dengan kebutuhan hampir Rp 400 miliar. |
BOGOR, investortrust.id — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane menyampaikan, pembangunan tanggul Kali Ciliwung sepanjang 16 kilometer (km) membutuhkan anggaran Rp 1,2 triliun.
Kepala BBWS Ciliwung Cisadane, David Partonggo Oloan Marpaung mengatakan, pembangunan dapat segera dilakukan setelah pembebasan lahan di sepanjang sempadan sungai telah tuntas, tetapi kebutuhan anggaran yang cukup besar membuat konstruksi tidak bisa langsung dimulai.
“Ketika ternyata lahan sudah bebas, tentunya kami siap bangun. Namun misalnya bebas besok, enggak juga siap bangun, karena untuk membangun tanggul 16 km ini mungkin butuh Rp 1,2 triliun,” ungkap David dalam media visit di Bendungan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (11/12/2025).
Baca Juga
Proyek Tanggul Ciliwung Dipacu, Kementerian PU Pastikan Tak Tunggu Lahan Tuntas
Dia menambahkan, kebutuhan anggaran juga harus mempertimbangkan penanganan wilayah lain. “Kita tahu ada (bencana) Sumatra Barat, Sumatra Utara butuh anggaran. Pembangunan di ibu kota harus menjadi yang utama, tapi pembangunan di lokasi-lokasi yang terpencil tetap berjalan untuk menjaga keseimbangan. Tentunya kita akan melaksanakan secepat mungkin,” tutur David.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air BBWS Ciliwung Cisadane, Ferdinanto mengatakan, paket pekerjaan awal direncanakan mulai Januari 2026. “Untuk yang Ciliwung, kita ada single year (contract) di 2026 itu 460 meter, kita anggarkan Rp 35 miliar,” ujarnya.
Selain itu, dua paket lanjutan akan menggunakan skema tahun jamak (multiyears contract). “Untuk di bawahnya ini 2,83 km dan 2,24 km kita usulkan dengan multiyears project 2026–2027, kurang lebih hampir Rp 400 miliar. Dua paket ini ya, memang hampir Rp 400 miliar,” jelas Ferdinanto.
Lebih terperinci, rencana pelaksanaan konstruksi tanggul Kali Ciliwung sepanjang 16 km akan dilakukan pada periode 2026—2029 dimulai di titik Kelurahan Pengadegan sepanjang 460 meter.
Selanjutnya, Kelurahan Kebonbaru—Bidaracina—Cikoko—Cawang—Rawajati (2,83 km), Rawajati—Pejaten Timur—Cililitan—Balekambang (4,36 km), Manggarai—Kebon Manggis—Bukit Duri—Kampung Melayu (4,46 km), dan Pejaten Timur—Tanjung Barat—Balekambang—Gedong (4,11 km).
Baca Juga
Ferdinanto mengungkap hambatan percepatan pembangunan tanggul di sempadan Kali Ciliwung. “Waktu kita bebaskan lahan itu belum tentu juga dengan adanya uang masyarakat mau pindah. Banyak juga warga di pinggir sungai itu merasa sudah tinggal di situ,” terangnya.
Ia menekankan, sempadan sungai tidak diperuntukkan sebagai permukiman karena risiko banjir hingga longsor. “Sempadan sungai itu membahayakan bagi warga, bukan cuma banjir tapi bisa longsor karena tanah tergerus. Sebenarnya sempadan sungai itu adalah daerah buat ‘rumah’-nya air, artinya itu harus kita normalisasi,” tegas Ferdinanto.

