Minta Maaf ke Warga Panipahan Seusai Aksi Demo, Kapolda Riau Janji Evaluasi
Poin Penting
|
ROKAN HILIR, investortrust.id — Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Kamis (16/4/2026), saat melakukan kunjungan pasca-aksi unjuk rasa yang sempat terjadi di wilayah tersebut pada Jumat (10/4/2026).
Kunjungan dilakukan seusai rangkaian kegiatan pengukuhan Duta Anti-Narkoba di Pekanbaru. Kapolda hadir bersama Danrem 031/Wira Bima Brigjen Agustatius Sitepu, dan Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi. Rombongan disambut Bupati Rokan Hilir Bistamam, Kapolres Rohil AKBP Isa Imam Syahroni, unsur forkopimda, serta tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama Panipahan.
Kapolda dan rombongan kemudian menggelar silaturahmi serta dialog terbuka dengan masyarakat. Dalam kesempatan itu, Herry menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa yang terjadi sebelumnya.
“Secara pribadi maupun sebagai kapolda Riau, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Panipahan. Kami juga menyampaikan rasa prihatin mendalam atas peristiwa beberapa waktu lalu,” kata Herry dalam keterangannya.
Dia menyebut kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi institusi Polri dalam menjawab ekspektasi masyarakat, khususnya terkait penanganan narkoba.
“Kami menyadari bahwa apa yang terjadi tidak terlepas dari ketidakpuasan masyarakat. Ini menjadi evaluasi bagi kami bahwa masih ada kekurangan dalam pelaksanaan tugas di lapangan,” ujar Herry.
Menurutnya, peristiwa di Panipahan harus dimaknai sebagai momentum perubahan. Ia menilai komunikasi antara aparat dan masyarakat perlu diperkuat untuk mencegah kejadian serupa.
“Peristiwa ini menjadi wake-upcall bagi kami. Pengingat keras agar kami benar-benar hadir di tengah masyarakat, mendengar, memahami, dan menindaklanjuti setiap permasalahan secara nyata,” tutur Herry.
Irjen Herry mengungkapkan, salah satu persoalan di lapangan adalah belum terbangunnya komunikasi kuat antara aparat dan masyarakat. Ia meminta agar ke depan dibangun mekanisme komunikasi yang lebih terbuka.
Baca Juga
Kapolda Riau Rotasi Besar Polsek Panipahan Pascainsiden Pembakaran Rumah Bandar Narkoba
Lebih lanjut, Herry mengklaim, Polda Riau telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap personel di wilayah Panipahan, termasuk pergantian pejabat serta penempatan personel baru. “Kami sudah melakukan evaluasi dan pembenahan. Personel yang bertugas harus benar-benar bersih dan profesional. Ini komitmen yang tidak bisa ditawar,” ungkap dia.
Kapolda bersama rombongan juga melakukan pengecekan terhadap personel yang baru ditempatkan, termasuk pelaksanaan tes urine. Selain itu, ia menekankan pentingnya pendekatan sosial dan ekonomi dalam menangani persoalan narkoba.
“Kita tidak bisa hanya bicara penindakan. Kita juga harus membantu masyarakat agar memiliki alternatif ekonomi yang lebih baik. Ketika ekonomi bergerak, maka ruang bagi narkoba akan semakin sempit,” kata Herry.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Pasar Induk Panipahan untuk memberikan imbauan anti narkoba kepada masyarakat, kemudian ke Yayasan Perguruan Kartini Panipahan dalam program Sekolah Bersinar.
Kegiatan ditutup di kawasan Pekong Imigrasi Panipahan dengan pengukuhan Duta Anti Narkoba tingkat kecamatan serta penyerahan bantuan mesin ketinting secara simbolis kepada masyarakat.
Baca Juga
Kapolda Riau Kukuhkan 23 Duta Antinarkoba, Panipahan Jadi 'Wake-Up Call'
Dalam kesempatan itu, Herry turut mengimbau masyarakat menjaga kondusivitas dan menghindari tindakan anarkis dalam menyampaikan aspirasi. “Kalau ada persoalan, jangan diselesaikan dengan merusak atau melakukan tindakan anarkis. Serahkan kepada aparat penegak hukum. Kita harus mengedepankan musyawarah dan dialog,” imbuh Herry.
Dia juga mengajak tokoh agama dan tokoh adat untuk berperan dalam menjaga situasi keamanan serta membangun kembali kepercayaan antara masyarakat dan aparat.
“Kami ingin tidak ada lagi jarak antara Polri dan masyarakat. Kita harus membangun kepercayaan, komunikasi, dan kerja sama yang kuat demi menciptakan Panipahan yang aman, kondusif, dan bersih dari narkoba,” kata Irjen Herry.

