Arwana Citramulia (ARNA) Targetkan Laba Tumbuh 20% di 2026, ASP Bakal Dinaikkan?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) menargetkan pertumbuhan pendapatan bersih (top line) sebesar 17% secara tahunan (year-on-year/yoy) dengan kenaikan laba bersih di kisaran 15–20% pada 2026.
Direktur Keuangan Arwana Citramulia Rudy Sujanto menjelaskan target tersebut didukung peningkatan produksi sebesar 10% (yoy), dari 66,9 juta meter persegi tahun lalu menjadi 73,8 juta meter persegi tahun ini.
“Dengan demikian, penjualan juga akan meningkat karena output-nya meningkat. Sales-nya kami targetkan meningkat 7% (yoy). Tahun lalu sekitar 70 juta m2, tahun ini kami targetkan 72,8 juta m2,” ujar Rudy di Aula Nuansa Plant 2, Cikande, Serang, Rabu (8/4/2026).
Baca Juga
Plant 4D Rampung, Capex Arwana Citramulia (ARNA) Ditargetkan Rp 150-200 Miliar
Peningkatan produksi didorong oleh mulai beroperasinya Plant 4D dengan kapasitas 5,5 juta meter persegi, serta optimalisasi seluruh lini produksi. Tahun lalu, perseroan hanya mengoperasikan 20 lini dari total 22 lini produksi, sementara dua lini lainnya dihentikan sementara karena memproduksi keramik dinding.
Penghentian sementara tersebut dilakukan karena tingkat penyerapan pasar (selling out ratio) keramik dinding hanya sekitar 70%, yang berpotensi menimbulkan penumpukan stok.
Sebagai langkah strategis, ARNA melakukan perombakan mesin pada lini tersebut dengan mengganti sistem double firing menjadi mesin baru dengan kiln dan bracing line untuk memproduksi keramik lantai yang memiliki permintaan lebih tinggi.
Dengan perubahan tersebut, seluruh lini di Plant 2 kembali beroperasi penuh pada tahun ini. Selain itu, langkah serupa juga dilakukan di Plant 5, di mana satu lini produksi keramik dinding yang sempat dihentikan kini tengah dimodifikasi.
Baca Juga
Meski Laba Turun, Arwana Citramulia (ARNA) justru Naikkan Dividen Tahun Buku 2025 Jadi Segini
Rudy menyebutkan, satu lini di Plant 5 ditargetkan mulai beroperasi kembali pada Juli atau paling lambat Agustus 2026. Dengan demikian, terdapat tambahan dua lini produksi aktif tahun ini, ditambah kontribusi dari Plant 4D.
ARNA juga tidak menargetkan rasio penjualan terhadap produksi mencapai 100%, mengingat kondisi persediaan yang saat ini sangat terbatas, khususnya untuk produk keramik lantai.
Bahkan, tingkat perputaran stok untuk produk tertentu berada di bawah tiga hari. Oleh karena itu, perusahaan berencana meningkatkan persediaan menjadi sekitar lima hingga enam hari guna menciptakan kondisi operasional yang lebih sehat.
Baca Juga
Risalah FOMC: The Fed Masih Buka Peluang Pangkas Suku Bunga Tahun Ini
Dari sisi harga, Arwana Citramulia optimistis rata-rata harga jual (average selling price/ASP) akan naik 9% (yoy) pada 2026. Kenaikan ASP didorong oleh kontribusi produk baru, termasuk keramik porselen dari Plant 4D yang memiliki harga jual lebih tinggi.
Selain itu, Plant 2A kini memproduksi keramik ukuran 60x60 cm untuk segmen menengah, sementara Plant 2C yang sebelumnya tidak beroperasi kini menghasilkan keramik ukuran 50x50 cm rectify dengan nilai jual lebih tinggi. “Jadi tahun ini kami confident bahwa ASP akan bertumbuh 9%,” kata Rudy.
Dari sisi margin, Arwana (ARNA) memperkirakan pertumbuhan terbatas seiring kenaikan biaya produksi, khususnya harga gas. Margin laba bersih tahun ini diperkirakan berada di kisaran 14,1–14,2%, sedikit meningkat dari sekitar 13,7% pada 2024.
Baca Juga
Bursa Eropa Meroket Usai Gencatan Senjata AS-Iran, Saham Travel Melonjak 7%
“Kami tidak bisa bermimpi mengandai-andai bahwa semester kedua nanti AGIT akan lebih baik daripada semester pertama. Kami akan patok bahwa kuartal kedua gasnya hampir sama dengan Maret 2026 sebagai posisi AGIT terendah. Nanti kalau memang AGIT membaik, ya itu insentif,” jelasnya.
Meski demikian, dari sisi pemasaran, permintaan terhadap keramik bodi merah masih kuat. Kondisi ini membuka peluang bagi perseroan untuk melakukan penyesuaian harga guna mengoptimalkan laba. “Salah satu cara optimasi laba, pastinya bila market memungkinkan, kami akan sesuaikan harga jual,” pungkas Rudy.

