Meski Laba Turun, Arwana Citramulia (ARNA) justru Naikkan Dividen Tahun Buku 2025 Jadi Segini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) memilih menaikkan besaran dividen tahun buku 2025, meski kinerja keuangan turun akibat tekanan biaya energi.
Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPS) tahun buku 2025 yang digelar Rabu (8/4/2026) memutuskan dividen sebesar Rp 45 per saham dengan total Rp 330,36 miliar. Nilai ini naik dari tahun buku 2024 sebanyak Rp 43 per saham atau Rp 315,16 miliar.
Baca Juga
IHSG Melambung 4,42% Hari Ini, Sentimen Berikut Pendorong Utama
Dividen tersebut berasal dari laba bersih 2025 sebesar Rp 400,48 miliar, yang turun 6% secara tahunan (year on year/yoy). Di sisi operasional, ARNA mencatat penjualan bersih sebesar Rp2,91 triliun atau tumbuh 10,71% YoY. Namun, beban pokok penjualan meningkat lebih tinggi sebesar 17,5% YoY menjadi Rp2,03 triliun, sehingga menekan margin laba bersih menjadi 14% dari 16% pada 2024.
Direktur Keuangan ARNA Rudy Sujanto menyatakan bahwa perseroan tetap mencatat kinerja operasional yang solid sepanjang 2025. “Sepanjang 2025, perseroan meraih kinerja operasional yang solid, didukung oleh optimalisasi kapasitas produksi dan efisiensi energi, khususnya dalam penggunaan gas sebagai komponen biaya utama,” ujarnya di Cikande, Serang, Selasa (8/4/2026).
Perolehan pendapatan didorong peningkatan volume penjualan dari 66,17 juta meter persegi menjadi 67,99 juta meter persegi. Manajemen menyebut pertumbuhan kinerja keuangan didukung pengelolaan operasional yang disiplin, efisiensi biaya, serta strategi adaptif terhadap dinamika industri dan pasar.
Kepercayaan pasar terhadap produk Arwana, UNO, ARNA, serta lini baru GLORIA juga dinilai tetap terjaga, ditopang akurasi strategi pemasaran dan distribusi di tengah kondisi pasar yang belum optimal.
Baca Juga
Prabowo: Jika Pemerintah Dinilai Tidak Baik, Ganti dengan Jalan Damai
Meski demikian, kenaikan harga gas menjadi tekanan utama terhadap profitabilitas. Rata-rata harga pembelian gas naik dari US$ 6,68 per MMBtu pada 2024 menjadi US$ 8,03 per MMBtu pada 2025 atau meningkat sekitar 20% YoY.
Dari sisi keuangan, Arwana (ARNA) mencatat kas dan setara kas sebesar Rp 377,94 miliar pada akhir 2025, mencerminkan likuiditas yang memadai untuk mendukung operasional dan ekspansi. Total aset tercatat Rp 2,88 triliun atau naik 8,36% YoY, didorong peningkatan aset tetap sebesar 25,93% seiring realisasi belanja modal.
Sementara itu, ekuitas mencapai Rp1,93 triliun atau tumbuh 3,04% YoY, didukung peningkatan laba ditahan. Dari sisi rasio keuangan, current ratio tercatat sebesar 193% dan debt-to-equity ratio (DER) sebesar 49%, mencerminkan struktur keuangan yang sehat dengan tingkat risiko yang terkelola.

