Plant 4D Rampung, Capex Arwana Citramulia (ARNA) Ditargetkan Rp 150-200 Miliar
Poin Penting
|
SERANG, investortrust.id – PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) berencana menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) di kisaran Rp 150 miliar hingga Rp 200 miliar pada 2026, lebih kecil dibandingkan realisasi tahun lalu yang hampir mencapai Rp 250 miliar.
“Tahun ini Capex pasti akan jauh di bawah Rp 250 miliar karena sebagian capex DP (down payment) untuk plant (pabrik atau fasilitas produksi) 4A itu sudah kami lakukan,” ujar Direktur Keuangan Arwana Citramulia, Rudy Sujanto, menjawab Investortrust.id di Aula Nuansa Plant 2, Cikande, Serang, Selasa (8/4/2026).
Realisasi capex pada 2025 yang tercatat hampir Rp 250 miliar dan telah disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Belanja modal ini sebagian besar dialokasikan untuk pengembangan Plant 4D, serta Plant 2C yang mencakup peremajaan mesin dari sistem double firing menjadi single firing.
Selain itu, investasi juga dilakukan di Plant 2A dan Plant 2C untuk penambahan kapasitas melalui perpanjangan horizontal dryer (HD), penggantian bracing line baru, serta peningkatan fasilitas produksi lainnya.
Pada periode yang sama, perusahaan juga melakukan pembelian sejumlah mesin squaring, masing-masing dua unit di Plant 4, Plant 3, dan Plant 2C, serta dua unit tambahan di Plant 2. Tidak hanya itu, Arwana turut menambah empat unit sorting packing line baru, guna mendukung proses produksi.
Perseroan berencana melanjutkan investasi sorting line baru pada 2026 sebagai bagian dari strategi automasi. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas hasil pengepakan, sekaligus menekan tingkat produk cacat (reject).
“Kami memandang, berbagai program investasi dijalankan sepanjang 2025 adalah keputusan strategis yang tepat, dan akan menjadi pendorong pertumbuhan yang lebih efisien dan kompetitif di tahun-tahun mendatang,” tambah Rudy.
Baca Juga
Meski Laba Turun, Arwana Citramulia (ARNA) justru Naikkan Dividen Tahun Buku 2025 Jadi Segini
Dia menyebut bahwa perseroan telah mencatat sejumlah pengembangan infrastruktur produksi sepanjang 2025. Dalam aspek intensifikasi kemampuan produksi, perusahaan melakukan peremajaan mesin di Plant 2A untuk meningkatkan produksi keramik lantai rectified, serta modifikasi mesin di Plant 2C Line 1 guna meningkatkan efisiensi penggunaan gas.
Terdapat pula transformasi kiln di Plant 2C line 1 dari double firing menjadi single firing untuk mencapai efisiensi energi yang signifikan.
Selain itu, perusahaan melakukan pemutakhiran mesin di Plant 4A untuk mendukung produksi keramik bernilai tambah tinggi, serta mengembangkan kemampuan produksi di Plant 5C guna menghadirkan ukuran-ukuran baru.
Dari sisi ekstensifikasi, Arwana telah menyelesaikan pembangunan Plant 4D yang kini siap memproduksi porselen lantai berukuran besar, sehingga memperluas portofolio produk premium perseroan.
“Langkah-langkah strategis ini tidak hanya bertujuan meningkatkan efisiensi biaya, tetapi juga memperkuat daya saing produk di pasar domestik,” sambung manajemen.
Dengan fondasi operasional yang semakin kuat, perseroan optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan di masa mendatang. Hal ini dilakukan dengan tetap berfokus pada inovasi produk, efisiensi operasional, serta pengembangan kapasitas guna menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Baca Juga

