IHSG Melambung 4,42% Hari Ini, Sentimen Berikut Pendorong Utama
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) mencatat lonjakan signifikan 308 poin (4,42%) menjadi 7.279, Rabu (8/4/2026), didorong sentimen positif global yang bersifat sementara seiring meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
Lompatan indeks juga diikuti dengan peningkatan pesat nilai transaksi hari ini hampir mencapai Rp 21 triliun. Kenaikan indeks tersebut juga sejalan dengan penguatan pesat indeks saham pasar Asia, seperti KOSPI, Nikkei, hingga Hang Seng.
Baca Juga
Prabowo: Jika Pemerintah Dinilai Tidak Baik, Ganti dengan Jalan Damai
Analis pasar modal sekaligus Founder Stocknow.id Hendra Wardana menilai bahwa penguatan ini perlu disikapi secara hati-hati dan tidak berlebihan. Secara teknikal, jika IHSG mampu bertahan di atas level 7.200, maka peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju area resistance 7.323 masih terbuka. Bahkan, jika level tersebut ditembus dengan volume yang solid, indeks berpotensi menguji level 7.527.
“Artinya, secara struktur tren, IHSG sedang mencoba membangun momentum rebound yang lebih kuat setelah sebelumnya mengalami tekanan,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan, pernyataan Donald Trump yang menunda rencana serangan selama dua pekan, serta langkah Iran membuka kembali Selat Hormuz, langsung direspons positif oleh pelaku pasar.
Baca Juga
Kondisi tersebut menurunkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global, sehingga harga komoditas menjadi lebih stabil dan mendorong minat beli investor kembali ke pasar saham, termasuk Indonesia.
Secara fundamental, pasar dinilai sangat sensitif terhadap isu geopolitik, terutama yang berkaitan dengan jalur distribusi minyak dunia seperti Selat Hormuz. Ketika risiko konflik mereda, investor global cenderung melakukan aksi risk-on dengan kembali mengalokasikan dana ke aset berisiko seperti saham di emerging market.
Hal ini mendorong hampir seluruh sektor di IHSG bergerak di zona hijau, dengan saham berbasis komoditas dan energi menjadi motor penguatan.
Diminta Tetap Waspada
Meski demikian, Hendra mengingatkan pelaku pasar untuk tetap mewaspadai dinamika kebijakan dan komunikasi Trump yang dapat berubah dengan cepat dan berpotensi memicu volatilitas pasar global.
Baca Juga
IHSG Ditutup Lompat 4,42%, Kenaikan Tertinggi dalam Sehari di Tahun 2026
Saat ini, menurut dia, reli masih bersifat sementara atau sekadar technical rebound, belum mencerminkan tren kenaikan jangka panjang yang kuat.
“Strategi terbaik bagi investor adalah tetap selektif dan disiplin. Momentum rebound ini bisa dimanfaatkan untuk trading jangka pendek, namun harus disertai manajemen risiko yang ketat,” tegasnya.

